Evaluasi kebijakan pendistribusian dana subsidi BBM kepada masyarakat melalui program dana bergulir di Kabupaten Musi Rawas
SYARIMIANTI, Destiny, Dr. Muhadjir Darwin
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikDalam perkembangannya, usaha kecil, mikro dan menengah selalu menghadapi masalah struktural yang sulit diatasi oleh mereka yaitu masalah permodalan dan somber daya manusia. Dari fenomena tersebut maka pemerintah sebagai pembuat kebijakan berusaha memecahkan masalah yang dihadapi oleh para pengusaha kecil dan menengah. Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dapat dilihat melalui program KUK, Kupedes, KUT dan Bapak Angkat. Dari sekian banyak program tersebut, ternyata belum mampu mengatasi masalah yang dihadapi para pengusaha kecil dan menengah maka pemerintah menyusun program bane yang pendanaannya berasal dari pengalokasian dana subsidi BBM dan disebut program dana bergulir dengan tujuan untuk memperkuat struktur keuangan pada lapisan paling bawah melalui KSP/USP dan LKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemerataan dan tingkat kesederhanaan prosedur dalam pendistribusian dana subsidi BBM melalui program dana bergulir serta mengetahui apakah persepsi tentang manfaat yang diharapkan yaitu pengembangan usaha para pengusaha kecil dan mikro dapat iercapai dan faktor-faktor yang inempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan peudekatan kualitatif-kuantitatil, terutaina untuk mencermati dainpak yang diharapkan maka digunakan statistik regresi berganda sehingga dapat terlihat tingkat signifikansi hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa tingkat pemerataan dan kesederhanaan prosedur program dana bergulir telah mencapai target yang diharapkan. Sedangkan persepsi tentang manfaat dari kebijakan yaitu pengembangan usaha dapat dilihat .melalui sosial ekonomi yang tercermin dalam kemampuan memproduksi barang dan jasa, peningkatan kesempatan kerja dan kesejahteraan para pengusaha serta melalui respon kelompok sasaran.Maka disimpulkan bahwa persepsi terhadap manfaat yang diharapkan tidak begitu terlihat walaupun kemampuan memproduksi dan kesempatan kerja mempengaruhi pengembangan usaha.Di samping itu, tercapainya manfaat yang diharapkan yaitu pengembangan usaha ternyata juga dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut: 1) program selain dana bergulir; 2)SDM dan ; 3) jangka waktu yang dibutuhkan. Dan hasil regresi tersebut diperoleh bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara pengembangan usaha dengan program dana bergulir yaitu 5,2%. Menyikapi kegagalan dan kebijakan dana bergulir maka perlu adanya pembaharuan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada permodalan saja tapi juga memperhatikan masalah lain seperti SDM. Selain SDM hendaknya pemerintah juga membentuk suatu lembaga sistem informasi dan konsultasi bagi para pengusaha kecil dan mikro sehingga mereka mampu berkembang dan lembaga kerja sama antara pengusaha, LSM dan Pemerintah.
In its feature, small/micro and midlle enterprise always face difficult problems concerning with capital and human resources. From those phenomenon, as the policy maker, government do their best to solve the problems faced by small and midlle enterpreneur. The policy made by government can be seen through programs of KUK (Small Enterprise Credit), Kupedes (Village Enterprise Credit), KUT (Farm Enterprise Credit) and Foster Father. In fact, those programs which are funded by allocation of Refined Fuel Oil Subsidy Fund called Revolving Fund with the aimed at strengthening the financial structure of the lowest level enterprise through KSP/USP (Saving and Loan Enterprise) and LKM (Micro Financial Board). The purpose of this research is to know the equity level and the simplicity of procedural level in distributing The Refined Fuel Oil subsidy fund tluough Revolving Fund Program and to know whether the perception of expected benefit of developing small scale enterpreneur can be reached or not. This research used quantitative and qualitative approach especially to see the perception of expected benefit, the statistical regression is used so that the significant relationship level of dependent variable and independent variable can be seen. The research result shows that the equity level and procedural simplicity program of revolving fund has got the expected target. Meanwhile, the benefit of the policy that is enterpreneurial development can be seen from the socio-economic which appears in the .capacity of goods and service production, increasing work opportunity , the welfare of enterpreneurs, and it can be seen too from the response of targeted group. So it is concluded that the perception of expected benefit could not be seen although the capacity of producting and working opportunity influence the business expansion. The business expansion was in fact influenced bt the following factors: 1) Program other than revolving fund program, 2) Human resources development and 3) time interval needed. From the regression result it was found that there was no significant relationship between business expansion and revolving fund program, it was five point two percen. Facing the failure of revolving fund policy, it is needed innovate the policy that the orientation is not merely on capital but also paying attention on other problem as Human Resources. Besides Human Resources, governmet also establishes a board of information and consultation system for small scale enterpreneurs so they are able to develop themselves and a board of integration among Enterpreneurs, NGO and Government.
Kata Kunci : Kebijakan Subsidi, BBM, Program Dana Bergulir