Dinamika Politik Energi Terbarukan Jepang pasca Bencana Fukushima 2011
FARHA KAMALIA, Dr. Maharani Hapsari
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALJepang merupakan salah satu negara pengonsumsi energi terbesar di dunia namun dengan kepemilikan sumber energi fosil yang sangat sedikit. Hal ini sering kali membuat Jepang harus dapat merespon dengan berbagai kebijakan energi yang menyesuaikan dinamikanya. Oleh karena itu, untuk menutupi ketimpangan konsumsi dan produksi energinya, Jepang membuat berbagai kebijakan untuk mempromosikan energi nuklir sebagai energi utama Jepang. Akan tetapi, bencana Fukushima yang terjadi pada 2011 telah merusak instalasi-instalasi nuklir. Hal ini mengakibatkan Jepang mengalami krisis energi kembali. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Jepang merespon bencana Fukushima 2011 ini untuk mengatasi krisis energi. Ini berfokus pada bagaimana koalisi energi terbarukan berperan untuk mempengaruhi kebijakan energi Jepang, khususnya menghadapi kebijakan energi nuklir yang sudah lebih stabil. Peran-peran koalisi energi terbarukan dijelaskan dalam kerangka Advocacy Coalition Framework (ACF). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa koalisi energi terbarukan tidak hanya berkontribusi pada inisiasi dan pembuatan kebijakan saja namun juga pada peningkatan penggunaan energi terbarukan secara langsung.
Japan is one of the largest energy consuming countries in the world yet less fossil energy sources. It often makes Japan should be able to respond with various energy policies that adjust its dynamics. Therefore, to overcome the inequality of consumption and production of energy, Japan has made a number of policies to promote nuclear energy as a primary energy of Japan. However, the Fukushima disaster that occurred in 2011 has damaged nuclear installations. It has brought Japan to energy crisis again. This undergraduate thesis aims to analyze how Japan responds Fukushima disaster 2011 in overcoming the energy crisis. It focuses on the roles of renewable energy coalition to influence Japan's energy policy, especially encountering nuclear energy policy, which is already stable. The roles of renewable energy coalitions will be explained in a scope of Advocacy Coalition Framework (ACF). The result of the research shows that the coalitions of renewable energy not only contribute to the initiation and policy-making but also to the increasing of renewable energy use directly.
Kata Kunci : kebijakan energi Jepang, energi nuklir, energi terbarukan, bencana Fukushima 2011, Advocacy Coalition Framework (ACF), dan krisis energi / Japan's energy policy, nuclear energy, renewable energy, the Fukushima disaster in 2011, Advocacy Coalition Framewo