Manajemen strategis pengumpulan zakat, infaq dan shadaqah pada era otonomi daerah :: Studi kasus pada Bazis Daerah Istimewa Yogyakarta
HARDIYANSYAH, Dr. Agus Dwiyanto
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikBAZIS Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu organisasi pengelola zakat yang ada di Provinsi DIY dan dibentuk oleh Pemda DIY. Adapun mandat yang diembannya adalah untuk mengumpulkan, mendistribusikan, dan mendayagunakan zakat sesuai dengan ketentuan agama. Keberadaan Bazis DIY sangat penting artinya bagi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka ikut membantu Pemerintah Daerah untuk mengentaskan masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial. Selama lima tahun terakhir kepengurusan (1996-2000), pengumpulan dana zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) yang berhasil dikumpulkan oleh Bazis DIY sebesar Rp 518.623.152. Bila dilihat dari potensi zakat yang cukup besar di wilayah DIY, maka dana ZIS yang dapat dikumpulkan oleh Bazis DIY relatif masih sedikit/kecil. Sehubungan dengan itulah maka penelitian yang dilakukan ini adalah dalam rangka melakukan identifikasi masalah-masalah strategik yang dihadapi Bazis DIY, khususnya yang berkaitan dengan pengumpulan ZIS dengan memperhatikan segala kemungkinan perubahan yang terjadi pada lingkungannya serta memberikan sumbangan pemikiran mengenai Iangkah-Iangkah strategis yang dapat dilakukan oleh Bazis DIY, khususnya dalam peningkatan pengumpulan dana ZIS pada era otonomi daerah sekarang ini. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui hal tersebut di atas adalah dengan pendekatan manajemen strategis melalui analisis SWOT serta menentukan strategi apa yang akan digunakan dalam rangka meningkatkan pengumpulan ZIS dimaksud. Sesuai dengan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan diserta dengan Tes Litmus, maka diperoleh tiga isu strategis yang muncul, yaitu: Bazis DIY belum dikelola secara profesional; Kepercayaan masyarakat (publik) terhadap Bazis DIY masih kurang; serta Pengumpulan dana ZIS dari muzakki pada instansi pemerintah belum optimal. Adapun strategi pengembangan yang dapat ditempuh dan dikembangkan oleh Bazis DIY meliputi : pertama, untuk meningkatkan profesionalisme kepengurusan Bazis DIY antara lain dengan melakukan perubahan (reshuffle) pengurus Bazis DIY dengan menempatkan orang-orang yang memang memenuhi kualffikasi untuk mengelola ZIS, yaitu yang memiliki sifat amanah, adil, berdedikasi, profesional, dan berintegritas tinggi serta bisa bekerja secara full-time. Sebagai konsekuensi dari tugas-tugas/profesi sebagai amil yang diamanahkan kepadanya, maka dia haruslah mendapatkan reward, balk berupa gaji, honor, atau berupa hak sebagai amil zakat, yaitu 1/8 dad total pengumpulan zakat. Kedua, untuk meningkatkan kepercayaan (trust) masyarakat (muzakki) kepada Bazis DIY adalah melalui peningkatan kualitas pelayanan, transparansi dan akuntabilitas terhadap semua aktivitas Bazis DIY. Ketiga, untuk mengoptimalkan pengumpulan ZIS dari muzakki pada instansi pemerintah adalah dengan melakukan pendataan kembali jumlah muzakki yang berada pada instansi pemerintah. Kemudian diberikan penyuluhan atau seminar tentang arti pentingnya zakat dengan menghadirkan tokoh-tokoh yang selama ini aktif dalam pengelolaan ZIS. Selanjutnya, Gubemur yang juga merangkap sebagai Ketua Umum Bazis DIY, dengan kewenangan yang ada padanya dapat memerintahkan para pegawainya untuk membayarkan zakat kepada Bazis DIY.
BAZIS in special region of Yogyakarta is one of maintain organization in DIY province and established by local government of DIY. And the powers to be implement are to collect, distribute, and functioning zakat according to religion's rules. The existing Bazis in DIY has important meaning for Yogyakarta region province in order to help the local government to solve poor and social gap problem. In the last five years the operational (1996-2000), collecting zakat fund, infaq, and shadaqah (ZIS) that already gathered by Bazis is Rp 518.623.152. If it seen from the potential value of zakat that has a great number in DIY region, so ZIS fund that has colleted by Bazis is still has small relative. In the relation with that so the observation is being done in order to identify the strategic problems that faced by DIY's Bazis, especially that has a link with ZIS collecting fund with a full concern every changes and opportunities that occur in the environment and also give a thoughts fund for every strategic steps that could implement by DIY's Bazis, especially in increasing fund collecting by ZIS in autonomy era in the present time. Observation method that used to understand in above is within strategic management approach through SWOT analysis and also to determine what kind strategy that will be use to increase the ZIS collecting fund. According to the SWOT analysis result that already being done is add with litmus test, so that could achieve three strategic issues, are: DIY's Bazis is not managed yet in professional ways; the beliefs of society (public) to DIY's Bazis is not much; and also The collecting fund from ZIS from muzakki in government institute is not optimal yet. Any developing strategy could be achieve and improve by DIY's Bazis are include: first, to increasing the professionalism in the management of DIY's Bazis are to performs management change in DIY's Bazis by reshuffling the people that have fulfil the qualification to maintain ZIS, which has the trust belief (amanah), justice, dedicate, professional, and has high integrity also could work in the full time. AS consequence from the job/professions as amil that has been trusted to him, so that he must have a reward, in form of wage, payment or right as zakat amil, that 1/8 from all total of zakat colleting fund. Second, to increasing the belief of society (muzakki) in DIY's Bazis is through increasing service qualities, transparent, and accountability to all activities of DIY's Bazis. Third, to optimal the collecting of ZIS from muzakki in government institute is within rewrite the population of muzakki that belong to the government institute. Then giving lecture or seminar about the importance of zakat with people appearing that during this time has an active work to collecting zakat. Then, governor that have double as the common leader for DIY's Bazis, with his authority could command his clerks to pay zakat to DIY's Bazis.
Kata Kunci : Otonomi Daerah,Bazis,Manajemen Strategi