Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN SEDAYU KABUPATEN BANTUL PROPINSI YOGYAKARTA

INDRIANY, Prof. dr. Hamam Hadi, MS.,ScD

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Kurang Energi Kronis (KEK) telah dialami oleh hampir semua negara khususnya di negara-negara berkembang seperti Bangladesh, India, Indonesia, Myanmar, Nepal, Srilangka dan Thailand. Faktor yang dapat mempengaruhi KEK pada ibu hamil, salah satunya adalah tingkat sosial ekonomi seperti pendidikan ibu, pengetahuan ibu, pekerjaan ibu, dan pendapatan keluarga. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan antara tingkat sosial ekonomi dengan kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Metode Penelitian: jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang ada di Kecamatan Sedayu. Pemilihan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 201 ibu hamil. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat (deskriptif), bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil Penelitian: Hasil analisis chi-Square menunjukan tidak ada hubungan antara pendidikan ibu (p=0,17; RP:1,55; CI95%:0,84-2,87), pekerjaan ibu (p=0,36; RP:1,33; CI95%=0,72-2,44), dan pengetahuan ibu (p=0,83; RP:0,96; CI95%=0,49-1,85) dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga dengan KEK ibu hamil (p=0,004; RP:2,73; CI95%=1,31-5,68). Analisis multivariat menunjukan bahwa pendapatan keluarga mempunyai hubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil (R2=0,08; OR 3.22; CI95%=1.28-8.11), ibu hamil yang pendapatan keluarganya rendah memiliki peluang 3,22 kali lebih besar untuk mengalami KEK. Kesimpulan: tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, pengetahuan ibu dengan KEK pada ibu hamil. Namun, pendapatan keluarga memiliki hubungan yang bermakna secara signifikan antara ibu hamil KEK dan tidak KEK

Background: Chronic Energy Deficiency (CED) has been experienced in almost all countries, especially in developing countries such as Bangladesh, India, Indonesia, Myanmar, Nepal, Srilangka dan Thailand. There are several factors which can cause CED, one of them is socioeconomic level such as education, employment, knowledge, and family income. Objectives: To analyze the relationship between socioeconomic level and Chronic Energy Deficiency (CED) Sedayu, Bantul District, Yogyakarta. Methods: Observational study with cross-sectional design. Study population was all pregnant women in Sedayu Subdistrict. Sample was selected by using total sampling methods with total sample 201 pregnant women. Data was analyzed by using univariate analysis (descriptive), bivariate (chi-square), and multivariate (multiple logistic regression). Results: Chi-square test showed there was no significant relationship between maternal education (p=0,167; RP=1,55; CI95%=0,84-2,87), maternal employment (p=0,360; RP=1,33; CI 95%=0,72-2,44), and maternal knowledge (p=0,892; RP=0,96; CI95%=0,49-1,85) with CED in pregnant women at Sedayu Subdistrict. However, there was significant relationship between family income with CED in pregnant woman (p=0,004; RP=2,73; CI95%=1,31-5,68) Multivariate analysis showed there was significant relationship between family income and CED in pregnant women (R2=0,08;OR 3,22;CI 1,28-8,11). Pregnant women who have low family income 3,22 times higher chance to become CED Conclusion: There was no significant relationship between education, employment, and knowledge with CED in pregnant women. However, there was significant relationship in family income of pregnant women with CED and non CED.

Kata Kunci : kurang energi kronis, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, pendapatan keluarga


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.