Laporkan Masalah

Revitalisasi Pesanggrahan Ngeksigondo sebagai Museum Batik 'Titi Kala Mangsa'

FRANSISKA MUTIARA DAMARRATRI, Dr. Eng. Ir. Laretna T. Adishakti, M.Arch

2014 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Keberadaan museum yang dapat diakses oleh masyarakat merupakan perihal yang penting dalam dinamika kebudayaan. Yogyakarta sebagai salah satu kiblat budaya Indonesia, memiliki puluhan titik museum. Statistika kunjungan museum kota Yogyakarta dan aglomerasi Kabupaten Sleman cukup baik dengan Keraton berada di urutan pertama. Tendensi pengunjung untuk mengunjungi museum berkoleksi budaya tradisional Jawa terkait Keraton tersebut tidak dipenuhi oleh adanya institusi museum daerah yang khusus berdedikasi untuk subjek pusaka budaya Batik. Yogyakarta memiliki potensi pusaka filosofi kota, bangunan pusaka, dan pusaka alam yang dapat dikembangkan seturut dengan konsep pusaka Batik sebagai penanda hidup manusia serta pusaka budaya dan alam. Objek perancangan Museum Batik Titi Kala Mangsa merupakan bangunan pusaka Ngeksigondo Kaliurang milik Keraton yang direvitalisasi seturut dengan hasil kajian pustaka, perumusan konsep, transformasi desain, serta pengembangan desain terkait untuk kebutuhan dan kemungkinan aktivitas yang ada.

The presence of publicly accessible museum is an important matter in the dynamics of culture. Yogyakarta city as one of Indonesian cultural orientation has dozens of museums. The statistics of museums visit in Yogyakarta city including Sleman Regency agglomeration is in a good number with Sultan Palace or Keraton at the top of the list. Visitors or tourists’ tendency to go into traditional Javanese culture collection museum that has connection with Keraton has not been met with the existence of a special regional museum that is dedicated to one of the most important cultural heritage subject of Javanese civilization, the art of Batik. Yogyakarta is potential for its city philosophical heritage, heritage buildings, and cultural landscape that can be developed in accordance to the values of Batik heritage concept as human life’s bookmarks and as well as a part of cultural and natural heritage. Design object of Titi Kala Mangsa Batik Museum is a heritage building of Pesanggrahan Ngeksigondo Kaliurang belonging to Keraton, that will be revitalized further in the final project in compliance to literature review, concept formulation, design transformation and development concerning the needs and future activities possibilities.

Kata Kunci : olah desain arsitektur pusaka, revitalisasi, Pesanggrahan Ngeksigondo, Yogyakarta, museum, pusaka, batik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.