PERSEPSI PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN TB DI RSUD KAYUAGUNG OGAN KOMERING ILIR SUMATERA SELATAN
HEMA AWALIA, dr. Ari Probandari, MPH, Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan kedaruratan global bagi kemanusiaan. Kunci keberhasilan pengobatanTB salah satunya adalah kepatuhan dari penderita. Kemungkinan ketidak patuhan penderita selama pengobatan TB sangatlah besar. Ketidak patuhan ini dapat terjadi karena beberapa hal, diantaranya adalah faktor penderita, pelayanan kesehatan, obat, dan faktor lingkungan. Oleh karena itu perlu peran aktif dari tenaga kesehatan dan penderita sehingga keberhasilan terapinya dapat dicapai. Setelah menerima jasa pelayanan kesehatan maka pasien akan membandingkan jasa yang diterima dengan yang diharapkan, jika mendapatkan jasa sesuai bahkan lebih dari yang diharapkan, maka mutu pelayanan kesehatan dapat dipersepsikan baik oleh pasien. Untuk mengukur tingkat kepuasan pasien TB, WHO mengembangkan alat ukur yang disebut QUOTE TB, dimana skor Quality Impact dapat menentukan dimensi kualitas pelayanan yang membutuhkan perbaikan. Tujuan: mengukur persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan TB di RSUD Kayuagung Metode: menggunakan rancangan cross sectional dimana data didapat dari kuesioner yang diisi oleh 92 responden di poli DOTS RSUD Kayuagung pada periode Oktober – Desember 2013. Hasil dan pembahasan: Skor QI yang tinggi terdapat pada 8 aspek dari 48 aspek yang diukur, antara lain (1) pelayanan tidak menunggu lama, (2) perasaan nyaman saat dilayani, (3) pelayanan TB selalu ada saat jam buka rumah sakit, (4) mendapat waktu yang cukup untuk diskusi, (5) tidak mengalami diskriminasi, (6) fasilitas rumah sakit yang bersih, (7) ada bangku yang nyaman, (8) petugas menganjurkan periksa orang terdekat Kesimpulan dan saran: Persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan TB secara umum telah dinilai baik oleh responden, ini terlihat dari penilaian yang diberikan responden secara umum pada nilai 6-10. Akan tetapi pada beberapa dimensi pasien masih menilai butuh perbaikan.
Background: Tuberculosis (TB) is a global emergency for humanity. The key to the success of TB treatment one of which is the compliance of the patient. The possibility of non-compliance of patients during TB treatment is enormous. This disobedience may occur for several reasons, including the factor of the patient, health care, medicine, and environmental factors. Therefore it is necessary active role of health professionals and patients so that treatment success can be achieved. After receiving the health care services the patient will compare the services received as expected, if you get the appropriate services even more than expected, then the quality of health care can be perceived either by the patient. To measure the level of satisfaction of patients with TB, WHO developed a measurement tool called QUOTE TB, where the score can determine the Quality Impact of service quality dimensions that need improvement. Objective: to measure perceived quality of TB care at Kayuagung public hospital Method: a cross-sectional study, done by collecting data from quesioner which is collected from 92 TB patient Kayuagung Public Hospital. The study was conducted during Oktober 1- December 31, 2013. Result and discussion: QI high scores found in 8 of the 48 aspects of the aspects measured, among others, (1) waiting time(s) before being served (2) feeling comfortable while being served, (3) there is always a current TB care hospital opening hours, (4) gets a enough for discussion, (5) not subjected to discrimination, (6) a clean hospital facilities, (7) there is a comfortable bench, (8) recommends officers check the nearest Conclusion and recommendation: The perceived quality of TB care at Kayuagung public hospital had been interpreted good by patient,it is proved by more than half respondent gived 6 until 10 scores for overall rating of the facility however still several aspect need improvement to mantain continuity of care, which can result in patient satisfaction.
Kata Kunci : Persepsi pasien, kualitas pelayanan TB, Quote TB