Laporkan Masalah

AUDIT ENERGI LISTRIK PADA AC DAN PENCAHAYAAN DALAM UPAYA EFISIENSI ENERGI DI RS ISLAM SURAKARTA

DIAH ROOSITA, Prof. Dr. Ir. Sasongko Pramono Hadi, DEA.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Rumah sakit memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap kebutuhan energi dalam melaksanakan kegiatan operasional. Adanya kecenderungan biaya energi yang semakin meningkat dan mulai berlakunya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak 1 Januari 2014, membawa konsekuensi perlunya suatu reformasi dalam hal efisiensi. Penerapan efisiensi energi masih banyak dijumpai kendala karena membutuhkan biaya yang besar dan belum dilakukan audit energi. Audit energi merupakan salah satu cara untuk mengetahui apakah intensitas tingkat pemakaian energi masuk dalam kategori boros atau efisien. Dengan menggunakan energi secara lebih efisien dapat menekan biaya operasional sehingga rumah sakit menjadi lebih produktif dan kompetitif. Pada penelitian ini, konservasi energi difokuskan pada penggunaan AC dan Lampu karena masih memungkinkan untuk dilakukan pengontrolan pemakaian, belum menggunakan teknologi hemat energi, tidak termasuk kategori peralatan vital. Tujuan: Mengevaluasi penggunaan energi AC dan Lampu di RS Islam Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Studi Kasus Deskriptif menggunakan problem solving. Instrumen penelitian ini adalah panduan wawancara mendalam dan panduan observasi. Hasil Penelitian dan Pembahasan: Kebutuhan energi listrik untuk operasional disuplai dari PLN sebagai sumber utama. Ada 1 panel, faktor dayanya kurang dari standar. Nilai Intensitas Konsumsi Energi di RS Islam Surakarta 12,3 kWh/m²/bulan, kebijakan dan SPO yang mengatur tentang pengelolaan energi belum lengkap dan belum dipahami secara menyeluruh, komunikasi antar bagian belum berjalan dengan baik, pola perawatan AC kurang terlaksana dengan baik, jadwal perawatan sudah dilaksanakan tetapi dengan keterbatasan SDM dan kurang lengkapnya dokumen kartu kontrol. Bagian logistik barang bisa bekerja optimal. Kesimpulan dan Saran: IKE sebesar 12.3 kWh/m²/bulan tergolong efisien, dapat dioptimalkan dengan mengganti AC konvensional menjadi AC Inverter dan mengganti Lampu TL dan SL menjadi Lampu LED. Target efisiensi energi akan dapat dilaksanakan bila didukung dengan kebijakan dan SPO, ketersediaan Sumber Daya Manusia, staf terlatih, upaya pencegahan dengan preventive maintenance.

Background: The hospital has a high level of dependency on energy requirements in carrying out operational activities. The tendency of increasing energy costs and the entry into force of the National Health Insurance Program since January 1st, 2014, bringing the consequences of the need for reforms in terms of efficiency. Implementation of energy efficiency are still many obstacles encountered due to costly and has not performed an energy audit. Energy audit is one way to determine whether the intensity level of energy consumption in the category of wasteful or inefficient. By using energy more efficiently can reduce operating costs so that hospitals become more productive and competitive. In this study, energy conservation is focused on the use of air conditioning and lights because it is still possible to do control the use, not to use energy-saving technologies, not including the category of vital equipment. Objective: To evaluate the use of air conditioning energy and lights in Surakarta Islamic Hospital. Methods: This study used a descriptive case study research design using problem solving. The instrument of this research is in-depth interview guide and observation guide. Results and Discussion: The need for operational electrical energy supplied from PLN as the primary source. There is one panel, the power factor is less than standard. Energy Consumption Intensity values in Surakarta Islamic Hospital is 12.3 kWh/m²/month, Standard Operating Procedures and policies governing energy management is not complete and has not been completely understood, the communication between the parts has not been going well, the pattern of air conditioning treatments is less done well, schedule treatment has been carried out but with limited human resources and incomplete document control card. Logistics division can work optimally. Conclusions and Recommendations: Energy Consumption Intensity is 12.3 kWh/m²/month, relatively efficient, can be optimized by replacing to Inverter AC and replacing the lamps into LED lights. Energy efficiency targets will be implemented if supported by policies and Standard Operating Procedures, the availability of human resources, trained staff, prevention efforts with preventive maintenance.

Kata Kunci : Rumah Sakit, Intensitas Konsumsi Energi, Inverter, LED, efisiensi energi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.