Strategi peningkatan kinerja organisasi publik :: Studi kasus pemasyarakatan Tungku / Briket batubara pada Kanwil / Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Daerah Istimewa Aceh
RIZAL, Yose, Dr. Warsito Utomo
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikTingkat konsumsi energi dunia dari waktu ke waktu terus meningkat. Sementara cadangan energi dunia terutama Migas mulai menunjukkan tanda-tanda akan segera habis. Atas dasar itu dan mengingat trend global yang lebih mengedepankan aspek lingkungan, maka muncul dilema di banyak negara tentang bagaimana mengelola energi yang bijaksana, efektif, efisien, selama mungkin, dan berwawasan lingkungan. Meskipun negara kita memiliki sumberdaya. energi yang beragam dan berlimpah. Namun kita belum antisipatif dalam menghadapi trend global di bidang energi. Inefisiensi, pencemaran lingkungan, serta ketergantungan pada Migas masih terus berlangsung Berkaitan dengan itu, sejak tahun 1980-an telah dirumuskan kebijakan umum bidang energi (KUBE) yang bertujuan mengupayakan intensifikasi, konservasi, diversifikasi, dan indeksasi energi serta pentingnya masalah lingkungan. Dalam rangka mengimplementasikan KUBE terutama diversifikasi energi serta mengingat sumberdaya batubara di Indonesia cukup beset dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan, make pemerintah melalui Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral kith tengah melakukan kegiatan pemasyarakatan tungku/briket batubara, yang selanjutnya diikuti oleh Dinas Pertambangan dan Energi (Pertamben) Aceh. Dalam pelaksanaannya kegiatan pemasyarakatan tungku/briket batubara di Aceh menghadapai banyak kendala yang mengharnbat misi, tujuan, dan saran yang telah ditetapkan. Masyarakat yang selama ini terbiasa memakai minyak tanah, LPG, dan kayu baker teruyata belum konsisten memakai tungku/briket batubara yang dianggap. memiliki banyak kelemahan. Demikian juga minat pars investor untuk membangun pabrik briket batubara di daerah ini kurang antusias oleh karena dianggap belum prospek. Guna menyikapi situasi tersebut, maka Dinas Pertamben Aceh perlu segera melakukan evaluasi kinerjanya yang berkaitan dengan kegiatan dimaksud. Melalui pendekatan konsep stratejik yang didukung dengan alai analisis SWOT, maim Dinas Pertamben Aceh dihadapkan pada isu-isu atrategis: 1" Mengupayakan konsumen di sektor 1K agar tetap meningkat dan konsisten memakai tungku/briket batubara; (2) Menjadikan sektor RT konsisten memakai tungkufbriicat batubara; (3) Mengupayakan pasokan tungku/briket batubara untuk mengimbangi peningkatan konsumen di sektor dan (4) Meningkatkan pelayanan clistiotsi/pemasaran tungku/briket batubara pasta sosialisasi serta meningkatkan kualitas tungku/briket batubara. Guna menyikapi isu-isu tersebut direkomendasikan 4 (empat) strategi, yaitu (1) Ekstensifikasi kegiatan pemasyarakatan tungku/briket batubara de agar fokus 1K yang didukung sistim distribusi yang mengutamakan konsumen; (2) Membentuk desa binaan pengguna tungku/briket batubara; (3) Menjalin kerja sama dengan PT. BA dan pihak yang memiliki komitmen dengan briket batubara; dan (4) Menjalin kerja sama dengan lembaga R & D.
The rate of the world energy consumption increases continuously. However, world energy consumption especially oil and natural gas indicates to be depleted. Base on it and in view of global trend which more put in front of environmental aspect, so many countries emerge dilemma about how to manage energy wisely, effectively, efficiently, for such a long time, and that considering environment. Although our country have various and plentiful energy resources, yet we have not anticipated in facing global trend of energy sector. Inefficiency, environment pollution, and dependence on oil and natural gas continuously held on. Related to the facts, that since 1980 government have formulated Kebijaksaan UMIZM Bidang Energi (KUBE) that intent to strive for intensification, conservation, diversification, and indexation of energy and also the importance of environment aspect, In order to implement the' KUBE especially in diversification of energy and in view of coal resources that is abundant in Indonesia where we exploit it only in a small amount, the government c.q. Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral is helding socialization of coal briquette/anglo, and then followed by Dinas Pertamben Aceh. In the fact, the implementation of coal briquette/anglo socialization in Aceh face many obstacles that threaten Mission, objectives, and target that have been formulated. The people that used to consunipt kerosene, LPG, and firewood actually are not consistent to use coal briquette/anglo, which is regarded by them to have many weaknesses. Furthermore: the interest of investors has less enthusiastic to build the coal briquette factory in Ace]) owing to the fact that the prospect of success is slight To responds that situation, Dinas Pertamben Aceh have to evaluate soon its performance related to socialization of coal briquette/anglo. By the approach of strategic concept which are supported by the tool of SWOT analysis, Dinas Pertamben Aceh faces to strategic issues : (1) How to effort the consumers of coal briquette in small-scale industry increase and consistent, (2) How to make the household sector be consistent in using the coal briquette; (3) How to effort for supplying the coal briquette/anglo to supply the increasing of consumers in the small-scale industry; (4) How to increase the distribution service of coal briquette/anglo post the socialization activity and the quality of coal briquette/anglo. To responds that issues, there are four strategies which are recommended : (1) The ekstensification of coal briquette socialization activity which is focused in the small-scale industry which is supported by distribution system that orient to the consumers; (2) To build Desa Binaan of coal briquette user, (3) To work out a closer cooperative with PT. BA and that one who has commitmet with the coal briquette; and (4) To work out a closer cooperative with R & D institution.
Kata Kunci : Kinerja Kanwil/Dinas Pertambangan dan Energi, Propinsi Daerah Istimewa Aceh