Laporkan Masalah

PENGELUARAN RUMAH TANGGA MISKIN UNTUK BIAYA KESEHATAN PADA RUMAH SAKIT SWASTA DI WILAYAH JAWA DAN BALI

AFIATI HARY KRESNAWATI, Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes, AAK.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Meningkatnya pengeluaran kesehatan di Indonesia dapat dilihat dari berbagai indikator seperti pengeluaran Non Makanan, pengeluaran Barang dan Jasa, juga peningkatan out of pocket kesehatan yang tidak diikuti dengan penurunan pengeluaran pada status ekonomi rumah tangga bawah maupun menengah menunjukkan adanya peningkatan status ekonomi pada strata bawah dan menengah. Berdasarkan hal tersebut ingin diketahui apakah ada fairness/ equity pembiayaan yang dideskripsikan dengan rasio pengeluaran kesehatan dengan total pengeluaran Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa variabel determinan terhadap risiko katastropis pengeluaran kesehatan dan risiko katastropis pada status ekonomi terbawah Metode : Penelitian dengan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2011, dengan rancangan crossectional. Untuk mengetahui pengaruh jumlah anggota rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga berusia lanjut, asuransi/ jaminan kesehatan, status ekonomi, lokasi dan status perawatan dalam rumah tangga terhadap risiko katastropis pengeluaran kesehatan, juga risiko katastropis pada status ekonomi terbawah berdasarkan ada/tidaknya usia lanjut, ada tidak jaminan kesehatan, lokasi dan status perawatan. Hasil : secara keseluruhan pengaruh variabel detrerminan terhadap risiko katastropis kesehatan dalam rumah tangga yaitu koefisien: 1/3 kali, bertambahnya jumlah anggota: 4/5 kali, jumlah usia lanjut 2: 1 1/2 kali, jumlah usia lanjut 3: 2 1/3 kali, ada tidaknya asuransi/ jaminan kesehatan: 1 1/4 kali, status ekonomi menengah ke atas: 2/5 kali, status ekonomi menengah: 2/5 kali, status ekonomi menengah ke bawah: 1/3 kali, status ekonomi terbawah: kurang dari 1/5 kali, lokasi rumah tangga: kurang dari kurang dari 1/2 kali, riwayat rawat inap: kurang dari 7,7 kali, sedangkan risiko katastropis kesehatan pada status ekonomi terbawah dindingkan status ekonomi teratas didapatkan hasil; adanya usia lanjut: 1/3 kali, tidak adanya usia lanjut: kurang 1/10 kali, tidak adanya jaminan kesehatan: 1/3 kali, sedangkan adanya jaminan kesehatan: 1/15 kali, lokasi di perkotaan: kurang dari 1/5, di perdesaan: 1/16 kali, riwayat pernah rawat inap: 1/6 kali, riwayat belum pernah rawat inap: 1/10 kali. Kesimpulan : Semakin rendah status ekonomi semakin kecil risiko katastropis yang dihadapi yang berarti sudah terdapat fairness/ equity karena adanya pemberian jaminan kesehatan.

-

Kata Kunci : Pengeluaran, katastropis, status ekonomi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.