Laporkan Masalah

PERENCANAAN PEMBANGUNAN JARINGAN JALAN ANGKUTAN KAYU BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PADA KAWASAN HUTAN PRODUKSI TERBATAS (HPT) KPH MUTIS TIMAU, KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR

EUFRASIA BIANCA AMARYLLIS D., Wahyu Wardhana, S.Hut., M.Sc., Dr. Ir. Nunuk Supriyatno, M.Sc.

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pemanfaatan hasil hutan kayu dapat tercapai secara optimal apabila tersedia aksesibilitas yang baik. Perencanaan pembangunan jaringan jalan angkutan kayu dapat dilaksanakan dengan mudah menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui konsep keruangan dan pengolahan data spasial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi jaringan jalan yang sudah ada (existing road), mengetahui nilai optimal jaringan jalan angkutan kayu, dan menyusun rancangan jaringan jalan angkutan yang optimal pada Hutan Produksi Terbatas (HPT) KPH Mutis Timau. Pendekatan spasial berdasarkan Sistem Informasi Geografis digunakan untuk menganalisis kesesuaian lahan dan menentukan efektivitas areal dalam merancang jaringan jalan. Metode Stratified Proportional Random Sampling digunakan untuk penentuan plot-plot sampel secara acak pada masing-masing tutupan lahan dengan jumlah proporsional atau jumlah yang sama. Berdasarkan keterkaitan dengan analisis, metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Hasil penelitian menjelaskan karakteristik jaringan jalan yang ada (existing road) tergolong ke dalam kategori kualitas pembukaan wilayah hutan yang tidak baik atau tidak menguntungkan. Berdasarkan analisis kesesuaian lahan dan penentuan efektivitas areal, perencanaan pembangunan jaringan jalan menghasilkan rancangan utama jaringan jalan dan 2 alternatifnya. Karakteristik rancangan utama jaringan jalan menunjukkan nilai Faktor Koreksi Jaringan Jalan sebesar 1,20 dan Persen Pembukaan Wilayah Hutan (E%) sebesar 83,34%. Rancangan jaringan jalan dan alternatifnya memberikan hasil yang baik pada kualitas pembukaan wilayah hutan dengan kategori luar biasa atau istimewa.

Utilization of timber forest product had been achieved optimally if good accessibillity were available. Planning of logging road network development could easily done by using Geographic Information System (GIS) application with spatial concept and spatial data processing. This research aims to analyze the existing road network condition, study about the value of optimum logging road network, and design the optimum logging road network in limited production forest area of KPH Mutis Timau. Spatial approach based on Geographic Information System is used to analyze land suitabillity and determine area effectivity for designing the road network. The Stratified Proportional Sampling method is used to determine the sampling plot randomly in land covers with proportional number of them. Quantitative method are used based on analysis. The result describe the characteristics of existing road network that could be classified as not good or unfavorable forest opening quality. Based on land suitabillity analysis and area effectivity determination, planning of road network development gives a main design of road network and 2 alternatives. The characteristics of this road network main design show the values such as Road Network Correction Factor is 1,20, and Forest Opening Percentage (E%) is 83,34%. The main design and alternatives of road network give a good result in extraordinary forest opening quality.

Kata Kunci : Perencanaan pembangunan jaringan jalan, Pembukaan Wilayah Hutan, Sistem Informasi Geografis, Hutan Produksi Terbatas