APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ESTIMASI EROSI DAN SEDIMENTASI DENGAN MODEL ANSWERS (Kasus di DAS Tinalah, Samigaluh, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta)
SURYO KUNCORO, Prof. Dr. H. Totok Gunawan, M.S
2015 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHErosi terjadi hampir disemua tempat belahan dunia dengan melalui media alami berupa air. Pengolahan lahan yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan kaidah konservasi tanah dan air menjadi penyebab semakin besar akibat erosi yang terjadi. Pemodelan untuk estimasi erosi dan sedimentasi dalam bentuk pemetaan adalah salah satu cara untuk memprediksi erosi dan sedimentasi serta tingkat persebarannya secara spasial. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji Citra Penginderaan Jauh sebagai input data parameter lahan dan mengestimasi erosi dengan menggunakan pemodelan ANSWERS, Menyajikan peta hasil pemodelan serta mengevaluasi manfaat Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis terhadap pemodelan ANSWERS. Penentuan parameter pemodelan ANSWERS untuk estimasi erosi dan sedimentasi dapat di ekstraksi dari data Penginderaan Jauh berupa data sungai, data penggunaan lahan, dan data lereng; sedangkan data sekunder dalam pemodelan berupa data tanah dan data hujan. Data-data tersebut akan digabungkan dalam data individu elemen. Hasil keluaran model yang berupa nilai erosi dan nilai sedimen akan diklasifikasi dalam 5 kelas dan disajikan dalam bentuk peta untuk mengetahui persebaran spasial erosi dan sedimentasi. Penelitian dilaksanakan di DAS Tinalah, Samigaluh, Kulonprogo, Yogyakarta untuk kejadian hujan tanggal 14 November 2013 dengan intensitas hujan 38,50 mm menunjukkan telah terjadi volume runoff sebesar 5,538 mm dan menyebabkan kehilangan tanah rata-rata yaitu sebesar 149 kg/ha, erosi maksimal sebesar 8297 kg/ha serta sedimentasi maksimal sebesar 13963 kg/ha.
Erosion occurs in almost all place of the world either through natural media such like as water. Improper land management or not in accordance with the principles of soil and water conservation be the cause of the greater impact of erosion. Modeling to estimate erosion and sedimentation in the form of mapping is one way to predict erosion and sedimentation and its spatial distribution levels The purpose of this study is to examine the Remote Sensing Imagery as data input parameters and estimating land erosion by using modeling ANSWERS, Presenting map modeling results and evaluate the benefits of Remote Sensing and Geographic Information Systems for modeling ANSWERS. Determination of ANSWERS modeling parameters for the estimation of erosion and sedimentation can be extracted from Remote Sensing in the form of data streams, land use, and slope; while secondary data in the form of soil and rainfall data. These data will be combined in the individual data elements. The output of the model in the form of erosion and sediment values will be classified into five classes and displayed in the map to find out the spatial distribution of erosion and sedimentation. The research was conducted in Tinalah watershed, Samigaluh, Kulonprogo, Yogyakarta results to rain events on 14 November 2013 at 38.50 mm rainfall intensity showed there has been a runoff volume of 5,538 mm and causes average soil loss on 149 kg/ha, erosion maximum of 8297 kg/ha and maximum sedimentation 13963 kg/ha.
Kata Kunci : Erosi, Sedimentasi, ANSWERS, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografis