Laporkan Masalah

KESADARAN PELAKU USAHA SPA BAYI DI INDONESIA TERHADAP PENDAFTARAN MEREK DI DIREKTORAT JENDRAL HKI SESUAI UNDANG-UNDANG NO. 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK

TIUR HASMIDA HUTAGALUNG, SH, Prof. M Hawin, S.H., LLM., Ph.D

2014 | Tesis | S2 Hukum

Begitu besarnya peranan Merek Dagang dalam dunia bisnis saat ini, maka penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesadaran pelaku usaha spa bayi dalam melakukan pendaftaran merek usaha mereka, serta membahas potensi masalah hukum yang akan timbul diantara pelaku usaha spa bayi dan bagaimana cara yang perlu dilakukan dalam penyelesaian masalah hukum pendaftaran merek. Metode Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang merupakan data sekunder, yang disebut penelitian kepustakaan. Selanjutnya untuk menunjang dan melengkapi fakta dan data yang ada, maka dilakukan pula penelitian lapangan sebagai data primer. Penelitian lapangan dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara melalui telepon dengan pertimbangan letak geografis responden luas dan menyebar di wilayah Indonesia. Dari penelitian ini didapatkan bahwa tingkat kesadaran pemilik usaha spa bayi di Indonesia masih rendah, hal ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya kurangnya pengetahuan akan pentingnya pendaftaran merek. Faktor ini berpotensi mengakibatkan akan terjadinya penjiplakan merek dan logo diantara pelaku spa bayi. Untuk itu dihimbau agar segera melakukan pendaftaran merek pada Dirjen HKI sesuai dengan Undang-Undang No. 15 tahun 2001 tentang Merek.

Once the magnitude of the role of Trademarks in today's business world, the study aims to assess the level of awareness of the baby spa business owners to register their business brand, as well as discuss potential legal problems that would arise among baby spa businesses and how that needs to be done in settlement of legal issues trademark registration. The Methods of this study is a normative juridical research, the research done by examining the library materials are secondary data, called the research literature. Furthermore, to support and complement the existing facts and data, it also conducted field research as a primary data. Fieldwork was conducted by using telephone interviews with all respondents extensive consideration of the geographical location and spread in Indonesia. The study from this it was found that the level of awareness of baby spa business owners in Indonesia is still low, it is due to several factors, including a lack of knowledge of the importance of trademark registration. This factor could potentially lead to the occurrence of plagiarism among the brand and logo of baby spa owners. For it is encouraged to immediately do mark registration in accordance with the Director General of Intellectual Property Rights Act No. 15 of 2001 on Trademarks.

Kata Kunci : Kesadaran Pendaftaran Merek – Pelaku Usaha Spa Bayi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.