Strategi manajemen konservasi Balai Taman Nasional Gunung Leuser
ANSHARI, Dr. Warsito Utomo
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikHutan sebagai kumia dan amanah Tuhan Yang Maha Esa dianugerahkan kepada bangsa Indonesia merupakan kekayaan alam yang tak ternilai harganya sebagai modal pembangunan nasional memiliki manfaat yang nyata bagi kehidupan bangsa Indonesia, baik manfaat ekologi, sosial budaya maupun ekonomi, secara seimbang dan dinamis, hutan haws dikelola, ditindungi dan dimanfaatkan secara berkesinambungan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia, baik bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Dalam upaya untuk melestarikan hutan, maka atas pertimbangan geogafis, fungsi lindung dan lestari, fungsi penelitian dan pengembangan pendidikanl latihan setta religi dan budaya, pemerintah menetapkan kawasan hutan tertentu untuk tujuan khusus sebagai Kawasan Konservasi SDA, dalam bentuk Kawasan Taman Nasional. Untuk maksud tersebut, Pemerintah menetapkan Kawasan Hutan Gunung Leuser sebagai salah satu Taman Nasional. Penetapan ini tidak terlepas dari pertimbangan yang sangat mendasar, yaitu : (1) atas pertimbangan konfigurasi alam yang telah membentuk rangkaian pegunungan bukit barisan yang menarik, serta memiliki potensi alam yang memenuhi kriteria sebagai Kawasan Konservasi SDA (the Natural Conservasion Areal ), (2) atas pertimbangan sejarah masa lalu, yaitu upaya “konsetvasi†SDA yang sudah dimulai sejak Pemerintahan Hindia Belanda, (3) atas pertimbangan potensi keberadaan elemen fisik dasar, seperti iklim, tanah, sumber air, potensi flora dan fauna dan ekosistemnya. Atas dasar pertimbangan inilah, maka tesis ini ditulis untuk mengkaji kemampuan manajemen dan masalahan-masalah yang dihadapi Balai Taman Nasional, dengan harapan hasil kajian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan pengelolaannya. Kajian dalam tesis ini dilakukan dengan menggunakan perspektif manajemen strategis, yaitu dengan mengkaji segala perubahan yang terjadi dan mungkin terjadi pada lingkungan strategis, baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Pada tahap selanjutnya, dari hasil analisis lingkungan tersebut akan diidentifikasi berbagai kondisi atau aspek yang merupakan kekuatan maupun kelemahan serta peluang maupun ancaman dengan menggunakan metode analisis SWOT. Dari hasil analisis SWOT, teridentifikasi beberapa isu strategis yang dihadapi Balai Taman Nasional, pertarna Penduduk dan tingkat kesejahteraan, kedua Pengusaha bidang kehutanan, ketiga Pemerintah Daerah, keempet PembukaanlPerpanjangan sistem jaringan jalan, kelirna Pengembangan kawasan budi daya pertanian, dan keenam Sarana dan Prasarana Perekonomian pedesaan. Strategi yang harus diterapkan tentu saja mendasarkan pada hasil analisis SWOT. Perumusan strategi dilakukan dengan mempertimbangkan unsur-unsur kekuatan, kelemahan maupun peluang dan ancaman yang muncul. Dari hasil analisis tersebut, alternatif strategi yang dapat diimplementasikan adalah strategi Maxi-maxi dengan menggunakan dan meningkatkan kekuatan sec8ra optimal untuk memanfaatkan peluang yang ada secara optimal, khusus untuk merespon isu pertama dan keempat. Sedangkan untuk merespon isu kelima dan ketujuh lebih cocok digunakan strategi Mini-rnini yaitu mengeliminir kelemahan untuk meminimalkan ancaman.
Forest as God’s mandate and grant is given to Indonesian nation, that is an infinite natural richness as national development capital having real benefit for life and living of Indonesian nation, both visible and invisible benefits for culture and economy, in balanced and dynamic condition. Therefore, it must not only be managed, protected and used continuously for the Indonesian people prosperity, both for present g.eneration and next one. In making efforts to consewe the forest, then in geographic consideration, the functions of protection and consetvation, educational research and development and religion as well as culture, the government established a particular forest are for special objective as an area of consewation for natural resources, one presence is National Park Form. For the reasons, the government established A forest Area of Mount Leuser as one of National Park. The establishment was not separated from a fundamental consideration, namely: (1) in consideration of natural configuration that has formed sets of mountains of Bukit Barisan in an interesting configuration, as well as having sufficient natural potential that can meet criteria as the Natural Conversation Area; (2) in consideration of past history, of effort for ‘‘Conservation†of Natural Resources that had been begun since Dutch Government; (3) in consideretion of potentials of basic physic element presence, such as, climate, land, water source, flora and fauna and Eco-system. Based on the reasons or consideration that mentioned above, this thesis is written. The aim is to analyze the management capacity of Balai Taman National (National Park Foundation) and the obstacles that faced by the Park, with expectation the result of this study can be used as an input for decision making process in managing the Park. Analysis in this study is conducted by using management strategic perspective, namely by analyzing a number aspects of changing that occurs and may be arise in a strategic environment, both internal and external environment. Based on the result of environment analyzing will be identified a number of conditions or aspects that is include of strengths, weaknesses, opportunities and threats by using SWOT analysis method. The result of SWOT analysis, several strategic issues that faces by Balai Taman National will be identified. Firstly, population and their income rate; the second is entrepreneur in forest field; third, local government. Fourth, accounting and tax. Fifth, development and extended the road system link. The sixth is development of agricultural conservative area and the last one is the structure and infrastructure of rural economic. The strategy that must be implemented is based on the result of SWOT analysis. The formulation of strategy is conducted by take into account the aspect of strengths, weaknesses, opportunities and threat that arise. Based on that result, the alternative strategic that can be implemented is Maxi-Maxi strategy by using and improving the strength aspect optimally and employing the opportunities maximally, in particular to response the first and the fourth issue. Meanwhile, to response the fifth and the sixth issue are more appropriate by using the Mini-Mini strategy, namely eliminating the weaknesses to minimal the threat.
Kata Kunci : Taman Nasional Gunung Leuser, Manajemen Konservasi