Laporkan Masalah

TINJAUAN HUKUM TERHADAP KLAIM “STAND BY RATE” DALAM PENYELESAIAN KONTRAK PENYEDIAAN BAHAN PELEDAK DAN JASA PELEDAKAN PADA AREA PERTAMBANGAN BATU BARA DI INDONESIA

DEWI KURNIASARI, Prof. Dr. Nindyo Pramono, S.H., M.S.

2014 | Tesis | S2 Hukum

Salah satu kegiatan yang mempunyai peranan besar dalam pertambangan batu bara adalah peledakan atau blasting. Pada suatu area pertambangan, Kontraktor menunjuk satu pemenang tender untuk menyediakan bahan peledak dan jasa peledakan di mana dalam pelaksanaanya terdapat kendala yang berakibat mundurnya pelaksanaan peledakan pertama atau first blast. Selanjutnya terdapat protes dari masyarakat yang mengakibatkan penghentian jasa peledakan yang menimbulkan klaim “stand by rate” dari Subkontraktor kepada Kontraktor hingga pada akhirnya Kontraktor mengakhiri perjanjian dengan menggunakan klausula Pengakhiran untuk Kenyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami kendala terjadinya keterlambatan pelaksanaan kontrak penyediaan bahan peledak dan jasa peledakan serta penyelesaian terhadap kendala tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dan memahami tanggung jawab Kontraktor terhadap klaim “stand by rate” yang diajukan oleh Subkontraktor dan mengetahui ketepatan penggunaan klausula “Pengakhiran untuk Kenyamanan atau Termination for Convenience” pada kondisi kontrak tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu dengan mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah data dengan menggunakan literaturliteratur seperti peraturan perundang-undangan, buku-buku serta makalah-makalah di bidang hukum. Penulis menyimpulkan dari hasil penelitian bahwa terjadinya keterlambatan pelaksanaan peledakan pertama karena mundurnya penyelesaian pembangunan Gudang Handak dari jadwal yang seharusnya yang berakibat pada mundurnya perolehan perizinan lainnya. Atas peristiwa ini, Subkontraktor berhak mendapatkan perpanjangan waktu atau extension of time. Lebih lanjut, Kontraktor bertanggung jawab untuk membayar klaim “stand by rate” yang diajukan oleh Subkontraktor selama dihentikannya jasa peledakan dan sudah tepatnya penggunaan klausula Pengakhiran untuk Kenyamanan oleh Kontraktor pada kondisi kontrak tersebut.

One of the activities that have a major role in coal mining is blasting. In a mining area, the Contractor appointed a winning bidder to supply explosives and blasting services whereas there were constraints in the implementation which resulted in delays in first blast. Furthermore, there were protests from the community that resulted in discontinuation of blasting services that give rise to a claim \\"stand-by rate\\" from Subcontractor to the Contractor. Eventually the Contractor terminates the agreement by using the Termination for Convenience clause. This study aims to identify and understand the constraints of delays in the implementation of the contract provision of explosives and blasting services and the completion of the constraints. In addition, this study also aims to identify and understand the responsibility of the Contractor against claims of \\"stand-by rate\\" proposed by the Subcontractor and determine the accuracy of the use of the clause \\"Termination for Convenience\\" on the contract conditions. The data used in this research is secondary data to collect, study, and examine the data by using literature as legislation, books and papers in the field of law. The authors concluded from the results that the delays in the implementation of the first blast due to the delay in completion of the construction of magazine that resulted in postpone of the acquisition of other permits. Over this event, Subcontractor entitled to extension of time. Furthermore, the Contractor is responsible for paying claims \\"stand-by rate\\" proposed by Subcontractor during the suspension of blasting services and that the Contractor has precisely use of Termination for Convenience clause in the contract conditions.

Kata Kunci : Peledakan, Stand by Rate, Peledakan Pertama, Perpanjangan Waktu, Pengakhiran untuk Kenyamanan, Gudang Handak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.