Laporkan Masalah

STIGMA HIV/AIDS DAN KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS DI YOGYAKARTA

SURAHMANSAH SAID, Prof. dr. Mohammad Hakimi, SpOG(K), PhD

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: HIV/AIDS merupakan penyakit yang masih menjadi perhatian di dunia dan Indonesia. Orang dengan HIV/AIDS mengalami beban hidup yang berat dalam kesehariaannya menghadapi beban penyakit yang diderita dan psikologis dari lingkungan sekitar. Hal ini berdampak pada kualitas hidup yang harus dijalani sehari-hari. Stigma HIV/AIDS menjadi masalah psikososial yang mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan penderitanya. Adanya stigma akan berdampak pada tatanan sosial masyarakat dan akses ke pelayanan kesehatan. Pengidap HIV/AIDS dapat kehilangan pergaulan sosial, kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilan yang pada akhirnya menimbulkan kerawanan sosial dan mempengaruhi kualitas hidup mereka. Tujuan: Mengetahui hubungan antara stigma HIV/AIDS dengan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS di Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study yang dilengkapi dengan data kualitatif berupa FGD dan wawancara mendalam. Responden yang mengikuti penelitian ini sebesar 35 responden ODHA yang tergabung dalam Kelompok Dukungan Sebaya di LSM Victory Plus Yogyakarta. Pengambilan sampel penelitian untuk data kuantitatif menggunakan cara consecutive sampling dan kemudian untuk data kualitatif responden diambil dengan cara purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah formulir karakteristik sosiodemografik dan status klinis subyek, formulir WHOQOL-BREF, dan formulir Stigma Instrument-PLWA. Analisis data terdiri dari analisis univariabel, bivariabel menggunakan uji statistik korelasi Product Moment dan t-test serta analisis mutivariabel menggunakan analisis regresi linier. Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kualitas hidup dengan stigma HIV/AIDS (r= -0,39; p= 0,02), domain fisik dengan stigma (r= -0,42; p= 0,01), dan domain psikologis dengan stigma (r= -0,47; p= 0,00). Variabel kepatuhan pengobatan menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan kualitas hidup (??mean=6,4; CI= 2,5-10,4; p= 0,00). Variabel kepatuhan pengobatan dan stigma memiliki hubungan terhadap perubahan nilai kualitas hidup ODHA. Kesimpulan: Stigma HIV/AIDS memiliki kekuatan hubungan yang negatif dan bermakna dengan kualitas hidup ODHA. Semakin tinggi stigma yang diterima maka semakin rendah pula kualitas hidupnya

Background: HIV/AIDS is a disease that has become a major concern of the world and Indonesia. People living with HIV/AIDS encounter a heavy burden in their daily life both in health and psychological aspects. This brings effects to the quality in their daily living. Stigma of HIV/AIDS become a psychosocial problem that influences many aspects in the life of the sufferers such as social order in the community and access to health facilities. People living with HIV/AIDS may lack social association, lose job and source of living which finally will cause social insecurity that affects their quality of life. Objective: To identify correlation between stigma of HIV/AIDS and quality of life of people living with HIV/AIDS in Yogyakarta. Method: The study was analytic observational with cross sectional study design supported with qualitative data obtained from FGD in depth interview. Respondents consisted of 35 people with ODHA belonging to the group of peer support at Victory Plus NGO in Yogyakarta. Samples for quantitative data were obtained from consecutive sampling and for qualitative data from purposive sampling. Research instruments were forms of sociodemographic characteristics and clinical status of the subjects, forms of WHOQOL-BREF, and Stigma Instrument-PLWA. Data analysis used univariate, bivariate with Product Moment correlation and t-test, and multivariate with linear regression. Result: There was statistically significant correlation between quality of life and stigma of HIV/AIDS (r= -0.39; p= 0.02), physical domain and stigma (r= -0.42; p= 0.01), and psychological domain and stigma (r= -0.47; p= 0.00). Variable of compliance with medication showed significant difference with quality of life (??mean=6.4; CI= 2.5-10.4; p= 0.00). Variable of stigma and compliance with medication showed correlation with changes in the value of quality of life of people living with HIV/AIDS. Conclusion: Stigma of HIV/AIDS had negative and significant correlation with quality of life of people living with HIV/AIDS. Higher stigma leads to lower quality of life.

Kata Kunci : Stigma HIV/AIDS, Kualitas Hidup, ODHA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.