Laporkan Masalah

Pusat Ritel Tematik pada Arsitektur Pusaka di Yogyakarta dengan Pendekatan Olah Desain dan Pengembangan Ekonomi Arsitektur Pusaka

EKO CAHYO SAPUTRO, Dr.Eng. Ir. Laretna T. Adishakti M.Arch;Dimas Wihardyanto ST, MT.

2014 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Bangunan pusaka di tengah kota yang sedang berkembang, menjadi sangat rawan mati atau terdemolisi. Hal tersebut dikarenakan bangunan pusaka tersebut berada di lahan yang luas dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Pada project ini kami mencoba untuk memberikan alternatif desain bangunan baru yang berada pada arsitektur atau kawasan pusaka. Sebuah pusat ritel tematik yang diinfill dalam bangunan pusaka dengan pendektan olah desain arsitektur pusaka (ODAP). Berlokasi di kawasan bekas pergudangan kereta api di jantung kota Yogyakarta yang direncanakan akan dikembangkan menjadi cityblock. Demikan project ini dapat dijadiakan alternatif desain dalam pengembangan fungsi komersil disana. Pusat Ritel tematik merupakan sebuah tipologi bangunan sejenis mall yang sangat strategis untuk dikembangkan sebagai mall tropis. Dengan demikian menjadi unik jika sebuah konsep mall tropis bertemu bangunan pusaka di satu tempat. Lokasi site berada di Utara Jalan Malioboro, sebuah pusat perekonomian di Kota Yogyakarta. Terletak di Jalan Margo Utomo yang juga merupakan bagian sumbu filosofi kota Yogyakarta. Merupakan sebuah kawasan bekas pergudangan stasiun kereta api Tugu yang berada tepat di sisi Selatannya. Sejak Tahun 2010, kawasan ini akan di kembangkan sebagai sebuah city block yang mendukung aktifitas transit dari stasiun Tugu. Proyek ini merupakan sebuah usulan alternatif desain dalam membuat mall namun tanpa mendemolisi bangunan-bangunan pusaka yang ada. Dengan melihat isu-isu urban yang terjadi, potensi site, dan peluang untuk tampil berbeda, project ini dikembangkan dengan tiga perencanaan strategis. Yaitu (1) berbasis Transit Oriented Development (TOD), (2) sebagai ekstensi dari Kawasan Malioboro, dan (3) sebagai Urban Void kota sebagai bentuk kontribusi terhadap kehidupan kota yang lebih baik. Desain Mall yang diusulkan merupakan sebuah pusat ritel tematik yang menggunakan bangunan-bangunan lamanya sebagai unit-unit ritel. Bangunan-bangunan baru pada site di konsep berbeda bentuk dengan bangunan lama namun tetap memuliakan bangunan lama sebagai icon kawasan.

Nowadays, heritage buildings located in rapid developing city tend to be demolished. It is because usually they are located in premium locations and have large sites. In this project we tried to give a design alternative for new buildings built in heritage district: a thematic retail center infilled into a heritage building using adaptive reuse approach. Located in former railway train warehouses area in the center of Yogyakarta, this district was already planned to become a city block. Therefore this project could be an interesting proposal for its commercial sector. Thematic retail center is one of shopping mall typologies that is suitable to be developed as a "tropical mall". Thus, the uniqueness of this project is building a "tropical mall" while conserving heritage value on its site. The site is located in the north of Malioboro Street, which is an economic center in Yogyakarta city, and specifically located in Margo Utomo Street, part of historical philosophical axis in Yogyakarta. The site area was formerly dedicated as warehouses for Tugu Train Station located in its southern side. Since 2010, this area is planned to be developed as a city block to support transit activity from Tugu Train Station. This project is proposed as an alternative in building shopping mall facility without demolishing existing heritage buildings. After reviewing existing urban issues, site potentials, and opportunities to be a different image, this project is developed into three strategic plan, which are (1) Based on Transit Oriented Development, (2) As an extension of Malioboro Street, and (3) As an Urban Void contributing to a Better City Life. Shopping Mall design that is proposed is a thematic retail center using former warehouses as its retail units. The new buildings will have different forms from the old ones but still conserving existing heritage building as an icon for this shopping district.

Kata Kunci : commercial building, adaptive reuse, urban, warehouse of train station, Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.