STRATEGI PENGHIDUPAN MASYARAKAT NELAYAN PASCA MUSIM TANGKAP IKAN, DI DESA DADAP, KECAMATAN JUNTINYUAT, KABUPATEN INDRAMAYU
AHMAD MUHAIMIN, Alia Fajarwati., S.Si., M.IDEA
2015 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHDesa Dadap adalah sebuah desa nelayan yang terdapat di Kecamatan Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat. Sebagaimana halnya dengan masyarakat nelayan pada umumnya, kehidupan nelayan sangat bergantung pada kondisi laut yang erat kaitannya dengan perubahan musim. Adanya fluktuasi musim penangkapan ikan menyebabkan nelayan Desa Dadap sangat rentan mengalami masalah seperti ketidakstabilan kondisi ekonomi dan penghidupan, yang tentunya sangat bergantung pada perubahan musim. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dua hal yakni, pertama untuk melihat pola penggunaan aset nelayan yang ada di Desa Dadap, serta yang kedua adalah melihat strategi penghidupan yang dilakukan oleh masyarakat nelayan Desa Dadap saat menghadapi musim baratan atau musim paceklik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan survei, kuesioner, indepth interview, dan observasi. Penarikan informan dilakukan secara snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukan adanya perbedaan pola penggunaan aset yang dilakukan oleh nelayan Dadap, yang terbedakan atas tiga kelas nelayan yakni buruh nelayan, nelayan kecil dan juragan, serta menunjukan adanya perbedaan pola strategi penghidupan yang diambil oleh masing-masing kelas nelayan tersebut pada masa paceklik
Dadap village is a fishing village located in the district Juntinyuat, Indramayu, West Java. As with other fishermen communities, fishing life is very dependent on sea conditions are closely related to the change of season. Any seasonal fluctuations caused fishermen in Dadap very prone to problems such as instability of economic conditions and livelihood, which is very dependent on the change of seasons. This study aims to reveal two things namely, first to see how the patterns of use of existing assets in the fishing village of Dadap, and the second is to see how the livelihood strategies undertaken by the fisherman in Dadap village to face the drought season. The methods used are qualitative methods. The extraction of the information was using survey method questionnaires, in-depth interview, and observation. Withdrawal informant conducted by snowball sampling. The results of this study could demonstrate the differences of the pattern of use of the fishing assets in Dadap Village, consisting of three classes, and shows the differences of the pattern in livelihood strategies taken by each fisherman famine
Kata Kunci : nelayan, strategi penghidupan, perubahan musim, aset