EVALUASI PROGRAM TERPADU PENGENDALIAN MALARIA, PELAYANAN IBU HAMIL DAN IMUNISASI DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN DAN KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
HANIFAH ROGAYAH, dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc, Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak serta angka kesakitan dan kematian akibat malaria, telah dilaksanakan program terpadu pengendalian malaria, pelayanan ibu hamil dan imunisasi melalui skrining malaria dan pemberian kelambu berinsektisida pada ibu hamil serta pemberian kelambu pada balita yang mendapat imunisasi lengkap. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program terpadu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan dengan mengeksplorasi input, proses dan output program. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi formatif, dengan metode kualitatif dan desain penelitian kualitatif eksploratif. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah serta observasi dan checklist dokumentasi. Hasil: Tantangan yang paling besar dan dominan pada input adalah komoditi, dana, serta organisasi program terpadu. Belum optimalnya pelaksanaan proses program terpadu berupa kebijakan, capacity building, QA , supervisi, serta pencatatan dan pelaporan. Tidak tercapainya output program terpadu yaitu cakupan kelambu pada balita dan cakupan kunjungan ANC ibu hamil (K1 atau K4). Kesimpulan: Program terpadu pengendalian malaria, pelayanan kesehatan ibu hamil dan imunisasi belum optimal pada komponen input, proses dan output. Adekuatnya input dan proses dapat memperkuat pelaksanaan program terpadu, sehingga dapat menjadi salah satu exit strategi pengendalian malaria pada ibu hamil dan balita.
Background: In an effort to reduce child and maternal mortality, case and death of malaria has implemented an integrated malaria control program, antenatal care and immunization through malaria screening and provision of LLIN to pregnant women and the provision of LLIN to children under five who received full immunization. Objective: The objective of this study is to evaluate integrated malaria control program in Hulu Sungai Selatan District and Banjarbaru City, South of Kalimantan Province by exploring input, process and output program. Method: Study evaluation formative using qualitative method with exploratory qualitative design. Data collected through in-depth interviews, focus group discussion, checklist of observation and documentation related to the integrated program. Data analysis was performed with the reduction and presentation of the data, visualization, conclusions, and verification. Result: The challenges and dominant in the input is a commodity, funds, as well as the organization of integrated programs. Not optimal implementation of the integrated program in the form of policies, capacity building, QA, supervision, and recording and reporting. Not achieving the integrated program output is LLIN coverage in children under five and pregnant women ANC coverage (Trimester I and IV) Conclusion: Implementation of integrated malaria control program in general was relatively weak either in input, process and output. Inadequate inputs and processes to strengthen the implementation of the integrated program, so it can be one of the exit strategy for malaria control in pregnant women and children under five.
Kata Kunci : program terpadu, Pengendalian malaria, Kesehatan ibu dan imunisasi