Laporkan Masalah

Perpetual Security: A Study of Nuclear Weapons Proliferation for Prolonged Peace

RENDY WIRAWAN, Drs. Dafri Agussalim, M.A

2014 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Perjanjian berskala besar yang ditanda tangani pada tahun 1968 untuk membatasi dan mengurangi persebaran nuklir menemukan titik akhirnya beserta ketidak efektifannya. Jumlah kepemilikan senjata nuklir didunia meningkat ke angka yang menakjubkan, diluar lima Negara nuklir yang diakui didalam perjanjian. Kepemilikan senjata nuklir menyebar ke beberapa negara, yang menanda tangani perjanjian dan tidak. Sampai batas tertentu, fenomena ini tidak dapat dihentikan dan dikelola. Bagaimanapun, kondisi ini menimbulkan ketidak pastian dalam perdamaian dan keamanan karena ketidak stabilan tatanan dunia yang sepertinya hanya dikuasai oleh negara yang memiliki senjata nuklir secara legal. Banyak negara mengalami ketidak amanan karena ketidak hadiran sejata nuklir pada negara mereka. 'Pemilik dan bukan pemilik' menambah ketidak amanan dan ancaman diantara negara yang kemudian menimbulkan konflik, maka perdamaian tidak akan pernah tercapai. Maka dari itu, persebaran senjata nuklir harus ada untuk melahirkan kepastian perdamaian dan keamanan dunia melalui elemen saling menjamin dan strategi pencegahan. Senjata ini adalah satu-satunya senjata penjaga perdamaian yang pernah ditemukan di muka bumi sejauh ini.

The great-scale of agreement signed in 1968 to limit and is-proliferate the nuclear spreading meets its zenith and ineffectiveness. The rate of nuclear ownership across the world had escalated to the astonish number, excluding the five nuclear states confirmed in the treaty. The nuclear weapons ownership disperses to the certain states, signatories or not. To some extend this phenomenon is unstoppable and unmanageable. However, this condition creates the uncertainty of peace and security due its imbalance of the world order that seemingly owned by the states which possessed nuclear weapons. Some of the states are also suffering for the insecurity due the absence of nuclear weapons within them. 'Haves and have-nots' increases the insecurity and threat amongst the states which creates further conflict, then peace would not be attained. Therefore, the spreading of nuclear weapons must be existing to utter the certainty of world peace and security through its mutual assurance element and deterrence strategy. This weapon is so far the ultimate peace-keeping weapons this world has ever found.

Kata Kunci : nuclear weapons, peace, security, deterrence strategy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.