HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MELAKUKAN PERAWATAN DIRI (DEPENDENT CARE AGENCY) DENGAN PERILAKU ORANGTUA/ WALI DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN SELF-CARE (DEPENDENT CARE) PADA ANAK YANG MENDERITA KANKER DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
SUMIATI SINAGA, Dr. dr. Sri Mulatsih, Sp.A (K)
2015 | Tesis | S2 KeperawatanLatar Belakang : Kanker maupun pengobatannya dapat mempengaruhi kondisi fisik anak dan berdampak pada perilaku self-care, oleh karena itu anak membutuhkan bantuan dari orangtua untuk memenuhi kebutuhan perawatan dirinya yang bertujuan untuk mempertahankan kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup anak. Perilaku orangtua (dependent care) dapat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam melakukan perawatan diri (dependent care agency). Tujuan : Untuk mengetahui hubungan dependent care agency dengan perilaku orangtua atau wali dalam memenuhi kebutuhan self-care anak dan bagaimana kemampuan serta perilaku orangtua atau wali. Metode : Penelitian ini menggunakan metode campuran yang terdiri dari penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional dan kualitatif dengan pendekatan exploration research. penelitian dilakukan diruang perawatan Estella RSUP Dr. Sardjito bulan Agustus-September 2014, melibatkan 41 orangtua/wali dengan tehnik accidental sampling. Variabel dependent care agency dan perilaku orangtua/wali tentang self-care diukur dengan menggunakan kuisioner Denyes self-care practice dan Denyes self-care agency. Wawancara dilakukan untuk mendukung data kuantitatif. Analisa data meliputi univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman rho. Hasil : Nilai rata-rata dependent care agency adalah 102,59 (rentang nilai 30-150) dan nilai rata-rata perilaku orangtua adalah 24,37 (rentang nilai 18-36). Nilai korelasi antara dependent care agency dengan perilaku orangtua/wali adalah 0,286 (p = 0,045). Hasil wawancara mendalam didapatkan 5 tema yaitu arti dan pentingnya perawatan diri, perilaku perawatan diri, dukungan keluarga, kesulitan dalam melakukan perawatan diri dan harapan terhadap perawat. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara dependent care agency dengan perilaku orangtua atau wali dalam memenuhi perawatan diri pada anak dengan kanker.
Background: Cancer and its treatment can affect a child's physical condition and have an impact on self-care behaviors. Therefore, a child needs helps from parents to fulfill their self-care to maintain child’s healthiness and improve quality of life. The attitude of the parents or dependent care may be influenced by their ability in undergoing self-care or dependent care agency. Objective: To know the relationship between dependent care agency and the behaviors of parents in fulfilling self-care needs and their behaviors towards their children. Method: This research applies mixed method consisting of quantitative research with cross sectional design and qualitative research with exploration research approach. The research was conducted in August to September 2014 involving 41 parents by using accidental sampling technique. The variable of dependent care agency and parents behaviors toward self-care was evaluated by using questioners of Denyes self-care practice and Denyes self-care agency. Interviews were conducted to support the quantitative data. Data analysis include univariate and bivariate using the Spearman rho test. Result: The average value of the dependent care agency is 102.59 (value range 30-150) and the average value of parental behavior was 24.37 (range 18-36 value). Value of correlation between the dependent care agency with parental behavior was 0.286 (p = 0.045). The results of in-depth interviews obtained five themes, namely meaning and importance of self-care, self-care behaviors, family support, difficulty in performing self-care and hope to nurse. Conclusion: There is a relationship between dependent care agency and self-care behaviors of parents to fulfill self-care in children with cancer.
Kata Kunci : dependent care agency, dependent care, self-care, kanker pada anak