Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KIMIA AIRTANAH DENGAN KONDISI GEOLOGI DAERAH SAMAS, KECAMATAN SANDEN, KABUPATEN BANTUL, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

WIKAN WIRIDJATI, Samas Beach, Groundwater Chemistry.

2014 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGI

Kawasan Pantai Samas dan sekitarnya merupakan contoh daerah yang berkembang sebagai kawasan pariwisata dan pertanian. Seiring dengan berkembangnya suatu wilayah, maka akan terdapat banyak hal yang perlu diperhatikan khususnya pada kualitas kimia airtanah. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui zona tipe kimia airtanah di daerah penelitian dan bertujuan mengetahui hubungan antara kimia airtanah dengan kondisi geologi di daerah penelitian. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan pengamatan geologi (morfologi dan litologi) dan hidrogeologi seperti pengukuran muka airtanah pada 42 titik pengamatan termasuk didalamnya pengukuran suhu (0C), pengukuran TDS (Total Dissolved Solids) dalam (mg/l) dan pengukuran DHL (Daya Hantar Listrik) dalam (µS/cm). Pengambilan sampel airtanah pada 12 titik sumur pengamatan dilakukan untuk menguji kandungan kation dan anion utama yang terkandung pada airtanah, sedangkan untuk mengetahui kaitan antara litologi dengan kimia airtanah dilakukan pengambilan sampel endapan atau batuan yang kemudian dilakukan analisa XRD (X-Ray Diffraction) untuk mengetahui mineral yang terkandung pada litologi tersebut. Tipe kimia airtanah yang berada pada daerah penelitian dapat dibagi menjadi empat zona, yaitu zona Alkali Bikarbonat, zona Alkali Bikarbonat Klorida, zona Alkali Kalsium Bikarbonat, dan zona Kalsium Alkali Bikarbonat. Zona Alkali Bikarbonat memiliki nilai Total Dissolved Solids berkisar antara 140 - 520 mg/l dan Daya Hantar Listrik berkisar antara 290 - 1050 µS/cm, morfologi yang berada pada zona ini adalah Dataran Alluvial dan Gumuk Pasir, litologi pada zona ini adalah pasir-kerikil dan pasir halus-pasir sedang. Zona Alkali Bikarbonat Klorida memiliki nilai Total Dissolved Solids berkisar antara 180 - 320 mg/l dan Daya Hantar Listrik berkisar antara 380 - 670 µS/cm, morfologi yang berada pada zona ini adalah Dataran Alluvial, Gumuk Pasir, dan Dataran Banjir, litologi pada zona ini adalah pasir-kerikil, lempung-kerakal dan pasir halus-pasir sedang. Zona Alkali Kalsium Bikarbonat memiliki nilai Total Dissolved Solids berkisar antara 120 - 500 mg/l dan Daya Hantar Listrik berkisar antara 260 - 1020 µS/cm, morfologi yang berada pada zona ini adalah Dataran Alluvial dan Dataran Banjir, litologi pada zona ini adalah pasir-kerikil dan lempung-kerakal. Zona Kalsium Alkali Bikarbonat memiliki nilai Total Dissolved Solids 210 mg/l dan Daya Hantar Listrik 450 µS/cm, morfologi yang berada pada zona ini adalah Dataran Alluvial, dan litologinya adalah pasir-kerikil. Airtanah yang berada dekat dengan aktifitas tambak udang yang berada pada bagian selatan daerah penelitian merupakan area yang memiliki kadar Nitrat yang tinggi sedangkan airtanah yang memiliki kadar Klorida yang tinggi berada pada daerah padat pemukiman. Berdasarkan hal ini kimia airtanah daerah Pantai Samas tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi geologi tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi tataguna lahan pada saat ini.

Samas Beach and the surrounding region is an example of a growing area as the area of tourism and agriculture. Along with the development of an area, there will be many things that need to be considered, especially in the chemical quality of groundwater. This study intends to determine the type of zone groundwater chemistry in the area of research and aims to determine the relationship between groundwater chemistry with the geological conditions in the study area. To achieve these objectives geological (morphology and lithology) and hydrogeology observation was conducted a groundwater level measurements at 42 observation points including the measurement of temperature (0C), the measurement of TDS (Total Dissolved Solids) in (mg/l) and measuring the electrical conductivity (electrical conductivity) in (μS/cm). Groundwater sampling was conducted at 12 points of observation wells to test the content of major cations and anions in groundwater, whereas to know the relation between lithology with groundwater chemistry sampling is sediment or rock that is then analyzed XRD (X-Ray Diffraction) to determine the mineral contained in the lithology. The type of groundwater chemistry in the study area can be divided into four type, namely Alkali Bicarbonate, Alkali Bicarbonate Chloride, Alkali Calcium Bicarbonate, and Calcium Alkali Bicarbonate. Alkali Bicarbonate zone has a value of Total Dissolved Solids ranges from 140-520 mg/l and electrical conductivity ranges between 290-1050 μS/cm, the morphology of this zone is the Alluvial plains and sand dunes, lithology in this zone is build by sand-gravel and silt-sand deposits. Alkali Bicarbonate Chloride zone has a value of Total Dissolved Solids values ranges from 180-320 mg/l and electrical conductivity ranges between 380-670 μS/cm, the morphology of this zone is the Alluvial plains, sand dunes, and the Flood Plain, lithology in the zone consits of sand-gravel, clay and fine sand-gravel-sand. Alkali Calcium Bicarbonate zone has a value of Total Dissolved Solids ranges from 120-500 mg/l and electrical conductivity ranges between 260-1020 μS/cm, the morphology of this zone is the Alluvial Plain and Flood Plain, lithology in this zone consits of sand- gravel and clay-gravel. Calcium Alkali Bicarbonate zone has a value Total Dissolved Solids 210 mg/l and the electrical conductivity of 450 μS/cm, the morphology of this zone is the Alluvial Plain, and the lithology is sand-gravel. Groundwater near the activity shrimp farms located in the southern part of the study area is an area that has a high nitrate levels, while groundwater which has high chloride levels are located in densely populated areas. Based on this, groundwater chemistry Samas Beach area is not only influenced by geological conditions but is also influenced by the condition of land use at this time.

Kata Kunci : Pantai Samas, Kimia Airtanah.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.