Laporkan Masalah

POTENSI BIOMASA DAN KARBON BATANG,CABANG, DAUN, DAN BUAH TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao) DI LAHAN AGROFORESTRI DESA NGLANGGERAN, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, DIY

PUTRI FARAH YOLANDA, Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr.Sc.

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Prospek tanaman kakao di lahan agroforestri Kabupaten Gunung Kidul sangat besar karena sebagian besar masyarakat di Kabupaten Gunung Kidul mengandalkan sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu wilayah yang memiliki produktifitas kakao yang besar adalah Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Selain sebagai komoditi utama, kakao juga menyimpan karbon sebagai jasa lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan biomasa dan karbon berbagai organ tanaman kakao di atas permukaan tanah (above ground), menyusun alometrik untuk menentukan kandungan biomasa karbon, mengetahui potensi biomasa dan karbon, serta menentukan serapan gas CO2 tanaman kakao di lahan agroforestri Desa Nglanggeran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Oktober 2014 di lahan agroforestri Desa Nglanggeran dan analisis laboratorium. Proses pengumpulan data dengan cara menebang 30 pohon sampel tanaman kakao dengan ukuran diameter batang 1 sampai 30 cm. Semua organ tersebut ditimbang berat basahnya kemudian diambil sampelnya untuk dilakukan analisis karbon dengan metode spektofotometri. Kemudian melakukan sensus terhadap 30 responden pemilik hutan rakyat yang menanam jenis tanaman kakao dengan sistem agroforestri. Setelah mendapatkan hasil spektofotomerti maka proses selanjutnya yaitu menyusun model allometrik penduga biomasa dan karbon menggunakan software SPSS dan menentukan potensi biomasa, karbon, dan CO2 di lahan agroforestri Desa Nglanggeran dengan cara mengkonversi kandungan biomasa dan karbon menjadi per hektar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kandungan biomasa tanaman kakao sebesar 27,070 kg dan rata-rata kandungan karbon sebesar 10,578 kg. Model allometrik penduga untuk menentukan kandungan biomasa total organ atasan tanaman kakao adalah 0,091 dbh 2,284 dan kandungan karbon 0,037Dbh 2,272. Potensi kandungan biomasa di lahan agroforestri Desa Nglanggeran adalah 23,449 ton/ha, potensi kandungan karbon 9,252 ton/ha, serta potensi serapan CO2 adalah 34,006 ton/ha

The prospect of cocoa trees in agroforestry Gunung Kidul extremely large because most societies in Gunung Kidul rely on agriculture to meet their needs. One area that has a large cocoa productivity is Nglanggeran village, District Patuk, Gunung Kidul. Aside from being the main commodities, cocoa also store carbon as environmental services. Therefore, this study aim to know biomass and carbon content of various organs of the cocoa plant above ground, compile allometric biomass to determine the content of carbon, knowing the potential of biomass and carbon, as well as determine the cocoa plant absorption of CO2 gas in Nglanggeran agroforestry. The study was implemented in April - October 2014 in Nglanggeran agroforestry and laboratory. The process of data collection by cutting down 30 trees sampled cocoa plants with stem diameter 1 - 30 cm. All the organs were weighed in wet condition then sampled for carbon analysis using spectrophotometric method. Then a census of 30 respondents community forest owners who grow cocoa plant species with agroforestry systems. After getting the spectrophotometric the next process for preparing a biomass and carbon allometric model estimators using SPSS software and determine the potential of biomass, carbon, and CO2 in Nglanggeran agroforestry by converting biomass and carbon content into per hectare. The results of this study showed that the average carbon content of the cocoa plant biomass at 27.070 kg and the average of carbon content at 10.578 kg. Allometric models estimator to determine the total biomass content of the cocoa plant is superior organ DBH 0.091 2.284 2.272 0,037 dbh 2,272 and carbon content Potential biomass content in Nglanggeran agroforestry is 23.449 tons/ ha, the potential of carbon content 9.252 tons/ ha, as well as the potential of CO2 uptake is 34.006 tons / ha

Kata Kunci : Karbon, Biomasa, Agroforestri, Desa Nglangeran