Laporkan Masalah

ROMANTISISME GAJAH MADA: KAJIAN SEMIOTIKA BUDAYA LOTMAN

YENI YULIANTI, Prof. Dr. Soebakdi Soemanto, S.U.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Sastra

Penelitian ini mengkaji romantisisme yang dimodelkan sebagai alur dalam novel Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi. Semiotika Budaya Yuri Lotman dianggap cocok untuk menjawab permasalahan di atas; bagaimana menjelaskan alur cerita dalam novel tersebut merupakan sebuah bagian semiotika budaya. Konsep dari semiotika budaya yang dipakai dalam penelitian ini antara lain: secondary modelling system, a message, a model, produksi estetika, semiosphere, dan struktur teks naratif. Konsep-konsep ini nantinya akan menguraikan bagaimana novel ini mengandung romantic syndrome yang kental. Sederhananya, teori semiotika budaya Yuri Lotman menegaskan bahwa karya sastra merupakan sistem pemodelan sekunder yang tumpuannya pada bahasa sebagai sistem pemodelan primer. Karya sastra tidak berada dalam level harfiah, untuk itu diperlukan mekanisme khusus untuk memahaminya. Lotman menyebut mekanisme itu sebagai semiosphere. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan memakai teori semiotika budaya sekaligus menggunakan mekanisme semiosphere dari Yuri Lotman, novel Gajah Mada merupakan A Message, A Model, dan sebuah produksi estetika. A message; saat Gajah Mada menunjukkan bahwa di dalam karya sastra ada pesan yang berupa informasi-informasi yang berniat untuk disampaikan kepada pembaca; A model; jika teks adalah sebuah model, maka Gajah Mada merupakan sistem pemodelan sekunder; Produksi Estetika; ketika karya seni harus berhadapan dengan replika kenyataan, dan replika tersebut harus disembunyikan dalam situasi semiotika sebagai sebuah kemungkinan.

This research examined romanticism deemed as plot in Langit Kresna Hariadi’s novel, Gajah Mada. Cultural semiotics proposed by Yuri Lotman is considered suitable to elaborate the plot in the novel as a part of cultural semiotics. Conceps of cultural semiotics used ini the research include secondary modelling system, message, model, production aesthetics, semiosphere, and the structure of narrative text. The concepts would further explore how the novel contains a strong romantic syndrome. Simply put, the theory of cultural semiotics proposed by Yuri Lotman insist that the literary work is a secondary modelling system. Since literary works are not in a literal level, it is necessary to understand spesipic mechanism. Lotman calls it semiosphere. This study concluded that the use of theory of cultural semiotics and semiosphere mechanism of Yuri Lotman has showed that Gajah Mada is a message, a model and and production aesthetic. As a message, the novel conveyed a lot of information to public or readers. As a model, it exposed a secondary modelling system, while as a production aesthetic, the novel had to deal with replica of reality, which was hidden in the situation of semiotics as a possibility.

Kata Kunci : romantisisme, semiotika budaya, semiosphere, Gajah Mada, Yuri Lotman.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.