Laporkan Masalah

FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT

YEHUD MARYEN, SKM., Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH

2014 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/EL

Latar belakang : Filariasis limfatik adalah penyakit menular yang di disebabkan oleh tiga spesies cacing yaitu Brugia malayi, Brugia timori dan Wuchereria bancrofti dan menular melalui gigitan 23 spesies nyamuk dari 5 genus yaitu Anopheles, Mansonia, Aedes dan Amigeres. Tingkat dari endemisas filariasis di Indonesia tetap tinggi dengan tingkat mf 3,1%. Pada tahun 2001 mf rate paling tinggi ditemuka di Papua, Aceh, Maluku dan NTT dengan kisaran dari 6,9 - 11,6 %. Hasil survei darah jari oleh Pelayanan Kesehatan Umum Manokwari tahun 2007 di 5 daerah endemis filariasis, diketahui bahwa dari 2.455 warga yang di periksa 8,35% dinyatakan positif mikrofilaria, atau mf tingkat nya 7,3%. Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan kasus kontrol dan besar sampel 144 orang yang terdiri dari 72 orang kasus dan 72 kontrol. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling. Data hasil penelitian di analisis dengan metode univariat, bivariat dan multivariat. Hasil : Hasil analisis bivariat dan multivariat : lingkungan berawa, (OR = 5,783, p =0,000, 95%CI = 2,351-14,224) ; perilaku tidak menggunakan kelambu, (OR = 4,653, p =0,000, 95%CI = 2,000-10,827); perilaku tidak berpakaian lengkap saat keluar rumah malam hari (OR = 4,147, p =0,001, 95%CI = 1,761-9,764); tingkat pendapatan rendah (OR = 4,804, p = 0,002, 95%CI = 1,792-12,879); dan tingkat pengetahuan rendah (OR = 3,413, p =0,009, 95%CI = 1,357-8,584). Kesimpulan : Faktor risiko kejadian filariasis di Kabupaten Manokwari : 1). lingkungan pemukiman yang berawa, 2). tingkat pendapatan dan pengetahuan yang rendah, 3). perilaku tidak pakai kelambu serta tidak berpakaian lengkap saat keluar rumah malam hari.

Background : Lymphatic filariasis is contagion disease which in caused by three worm species that is Brugia malayi, Brugia timori and Wuchereria bancrofti and catching through bite 23 mosquito species from 5 genus that is Anopheles, Mansonia, Culex, Aedes and Amigeres. Level of filariasis endemisity in Indonesia still high with mf rate 3,1%. In the year 2001 highest mf rates found in Papua, Aceh, Maluku and NTT with the range of 6,9 - 11,6 %. The result of blood of survey finger by Public Health Service Manokwari Regency year 2007 in 5 districts has in knowing, from 2.455 residents in checking 8,35% expressed positive, or its mf rate 7,3%. Method : The type of this research is analytic observasional with design of case control and big sample 144 of men which consist of 72 case people and 72 people control. Sampling with technique in random sampling. Result of data research in the analysis with method univariat, bivariat and multivariat. Result : The result of univariat, bivariat and multivariat analysis : marshy community, (OR = 5,783, p = 0,000, 95%CI= 2,351-14,224); behavior not use mosquito net, (OR = 4,653,p =0,000, 95%CI = 2,000-10,827); unclothed complete behavior when out house night time (OR = 4,147, p= 0,001, 95%CI = 1,761-9,764) ; low rate of return (OR = 4,804, p= 0,002, 95%CI = 1,792-12,879) ; and level of low knowledge with (OR = 3,413, p =0,009, 95%CI = 1,357-8,584). Conclusion : Risk of factor Filariasis event in Manokwari Regency : 1). marshy community, 2). rate of return and low knowledge, 3). behavior not use mosquito net when sleep and unclothed complete when out nocturnal house.

Kata Kunci : Faktor risiko, Filariasis, Kabupaten Manokwari.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.