Kualitas Lingkungan Permukiman Rumah Susun Sederhana Sewa dan Permukiman Rumah Bukan Susun (Kasus di Rusunawa Marunda dan Permukiman Rumah Kelurahan Marunda Jakarta Utara)
AJI MITRABUANA, Dr. Djaka Marwasta, S.Si., M.Si.
2015 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANRumah susun saat ini belum menjadi alternatif tempat tinggal, dikarenakan banyak kondisi lingkungan rumah susun yang memprihatinkan, meskipun terbentuknya kondisi lingkungan permukiman yang layak tergantung manusia sebagai subjeknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui perbedaan kualitas lingkungan permukiman antara permukiman rumah susun dengan permukiman bukan rumah susun; (2) Mengetahui hubungan antara tingkat pendapatan kepala keluarga dengan lingkungan permukiman, dan; (3) Mengetahui perbedaan kondisi sosial ekonomi penghuni rusunawa dan non-rusun Metode penelitian menggunakan metode survei dengan kuisioner. Penentuan sampel populasi menggunakan non-probability sampling dengan metode quota sampling sebanyak 80 sampel terbagi dua tempat yaitu permukiman rusun dan permukiman non-rusun. Analisis menggunakan analisis komparasi dan korelasi non-parametrik dan analisis skoring untuk menentukan perbedaan dan kualitas lingkungan permukiman antara rumah susun dan rumah non-susun di Kelurahan Marunda. Hasil penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut: (1) Kualitas lingkungan permukiman rumah susun sederhana sewa lebih rendah dibandingkan permukiman rumah non-susun secara skoring dan analisis rerata dan standar deviasi dengan margin skoring sebesar 63; (2) hasil uji analisis Spearman Rank Correlation antara Pendapatan Kepala Keluarga dan Kualitas Lingkungan Permukiman didapatkan hubungan positif lemah dengan nilai 0.289; (3) Perbedaan mencolok kondisi sosial dan ekonomi antara masyarakat penghuni Rusunawa Marunda dan masyarakat penghuni permukiman non-rusun di Kelurahan Marunda terletak pada jenis pekerjaan, komposisi umur, rerata jumlah pendapatan dan pengeluaran.
Flats have not yet become an alternative for dwelling and living due to many of concerning flat conditions, although the creation of a good quality settlement strongly depends on people as subjects, which can control their surrounding environment. The purposes of this research are: (1) to find out about the difference of quality environments between flat and non-flat settlements; (2) to find out about the relation between patriarchs income and the quality of environments at which they stay, and; (3) to find out about the social differences between flat and non-flat occupants. The research method applied survey by using set of questions or questionnaire as the main research instrument. The sampling population was determined by using non-probability sampling with quota sampling, and as much as eighty samples were divided in two different locations, which were flat and non-flat. The non-parametric comparison and correlation analysis as well as scoring analysis were conducted to determine the differences and the environmental quality of settlements between flat and non-flat in Marunda Village. The research yields as follow: (1) the environmental quality of low-rent flat is lower than non-flat settlement by scoring, mean, and standard deviation analysis with scoring margin of 63; (2) the spearman rank correlation test result shows a weak positive correlation between patriarchs income and the environment quality of settlement with score of 0.289; (3) There is striking difference in social and economic condition between flat and non-flat occupants which lies in occupation types, age composition, and the average of income and expenses.
Kata Kunci : Kualitas Lingkungan, Permukiman, Rumah Susun, Permukiman non-rusun.