PESANTREN DAN BUDAYA POLITIK DEMOKRATIS (Studi Etnografi Peran Pesantren Lirboyo dalam Mengembangkan Nilai-nilai Demokrasi)
DHONA ADYATMA, Dr. rer. pol Mada Sukmajati, S.IP., M.P.P
2015 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Penelitian mengenai relasi antara pesantren dan demokrasi sudah cukup banyak dilakukan. Tetapi selama ini demokrasi lebih sering dimaknai secara prosedural semata. Lebih dari itu, demokrasi akan lebih terasa bila diapresiasi secara batin/transenden. Karena disanalah sumber martabat, kebebasan manusia, serta tanggung jawab itu berada. Dalam konteks itulah, maka tidaklah kebetulan bila demokrasi disosialisasikan melalui nilai-nilai Islam. Karena Islam diyakini bukan hanya memiliki kandungan penghargaan yang tinggi terhadap manusia sebagai khalifah fil ardl, tetapi juga kedalaman dan penghargaan terhadap suasana batin (transendensi) manusia. Di pesantren, para santri tidak hanya dituntut memiliki kedalaman ilmu, tetapi juga diajarkan tentang akhlaq karimah dan fiqh sosial sebagai representasi sikap warga negara yang demokratis. Selain itu, budaya politik khas pesantren juga menjadi faktor tersendiri yang mendukung tumbuhkembangnya nilai-nilai demokrasi. Melalui budaya politik khas pesantren, nilai-nilai demokrasi ditumbuhkembangkan baik melalui tradisi keilmuan maupun tradisi salafi (tradisional) yang telah dibangun sepanjang perjalanan pesantren itu sendiri.
There is enough research about correlation between pesantren and democracy. But at this time democracy more often defined in procedural way. Moreover, democracy will more tasty if appreciated in transcendental way. Because there dignity, freedom, and responsibility is. So it is not fortuity if democracy have been spread out through Islamic values. Because Islam believed not only have mean appreciation to the human race as ‘khalifah fil ardl’, but also appreciate to the inner feeling (transcendental). In pesantren, ‘santri’ not only have to learn about science (especially Islamic science), but also learned about attitude (akhlaq al karimah) and social fiqh as representation of democratic civil society. Moreover, pesantren typical political culture be important factor to support arise and evolve democratic values. Through pesantren typical political culture, democratic values arised and evolved through scientific or salafi tradition that established in lifetime of pesantren itself.
Kata Kunci : pesantren, nilai-nilai demokrasi, budaya politik.