Laporkan Masalah

TINJAUAN TERHADAP PELAKSANAAN FIDUSIA ONLINE BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUSIA DI KABUPATEN MERAUKE (STUDI KASUS PADA KANTOR NOTARIS KOTA MERAUKE)

ROBERT BENNEDICTUS DUMATUBUN, Ninik Darmini, S.H., M.Hum

2014 | Skripsi | S1 ILMU HUKUM

Penelitian berjudul "Tinjauan Terhadap Pelaksanaan Fidusia Online Berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia Di Kabupaten Merauke (Studi Kasus Pada Kantor Notaris Kota Merauke)" bertujuan untuk mengetahui prosedur pendaftaran benda jaminan fidusa secara online, hambatan dalam pendaftaran fidusia online di Kabupaten Merauke dan upaya yang dilakukan Notaris di Kabupaten Merauke dalam mengatasi hambatan tersebut. Penelitian yang dilakukan bersifat yuridis empiris, karena bertujuan untuk mengetahui gejala hukum yang timbul di masyarakat. Penelitian yang pertama kali dilakukan adalah penelitian kepustakaan dengan mempelajari bahan hukum primer, sekunder dan tersier untuk mendapatkan data sekunder. Penelitian kemudian dilanjutkan dengan penelitian lapangan yang dilakukan dengan pedoman wawancara untuk mendapatkan data primer. Data primer dan sekunder kemudian di analisis secara kualitatif dengan membangingkan kedua data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pendaftaran benda jaminan fidusia secara online dilakukan Notaris dengan cara membuat Perjanjian Kredit dan Akta Jaminan Fidusia, kemudian mengisi formulir pendaftaran online, melakukan pembayaran biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan mencetak dokumen jaminan fidusia. Hambatan yang dialami oleh Notaris dalam kaitannya dengan fidusia online adalah gangguan jaringan internet di Kabupaten Merauke, sehingga dapat dikatakan bahwa Kabupaten Merauke masih belum siap secara penuh untuk mengikuti sistem administrasi online pendaftaran fidusia. Upaya yang dilakukan oleh Notaris untuk memberikan rasa aman bagi para pihak adalah dengan cara membuat akta sesuai dengan ketentuan Pasal 38 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, mengingatkan debitur menyimpan bukti angsuran, membuat akta pelunasan utang, bersedia dipanggil ke persidangan dan menunggu sampai jaringan internet pulih kembali.

The study entitled "Review of Implementation Online Fiduciary under Act No. 42 of 1999 concerning Guarantee fiduciary In Merauke (A Case Study of Notary Office in Merauke City)" aims to determine the registration procedures online fiduciary collateral objects, obstacles in a fiduciary registration online at Merauke Regency and Notary efforts in Merauke in overcoming these obstacles. The study conducted empirical juridical, as it aims to know the symptoms of law arising in the community. The study was first conducted the research literature by studying the primary legal materials, secondary and tertiary to secondary data. The study was followed by field research conducted by interview guidelines to obtain primary data. The primary and secondary data analyzed qualitatively by comparing both of the data. The results showed that the registration procedure fiduciary online objects done by Notary is to make a Credit Agreement and the Deed of Fiduciary, then fill out the online registration form, make payment fee tax state revenue (non-tax) and print documents fiduciary. Barriers experienced by Notary in relation to the fiduciary online is a disorder of the Internet network in Merauke, so it can be said that Merauke is still not fully prepared to follow the online registration system fiduciary administration. There are some efforts made by the Notary to provide security for the parties is to create a certificate in accordance with the provisions of Article 38 of Law No. 30 of 2004 concerning Notary, reminding the debtor retains evidence installments, making debt settlement deed, willing summoned to court and wait through the Internet network to recover.

Kata Kunci : tinjauan yuridis, pendaftaran fidusia online, Undang-Undang Jaminan Fidusia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.