TIPOLOGI DESA SEBAGAI DASAR PENENTUAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DI KABUPATEN PACITAN
SITI ZAKIYAH RAHAYU, Prof. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanAngka kemiskinan di kabupaten Pacitan dari tahun 2004-2011 turun dari 32,55 persen menjadi 18,13 persen, di atas angka kemiskinan provinsi maupun nasional dan didominasi daerah perdesaan. Perdesaan dengan berbagai karakteristiknya merupakan kawasan mayoritas di Kabupaten Pacitan dengan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Perdesaan memiliki variasi karakteristik antardesa dan antarwaktu, sehingga keberhasilan pembangunan dapat ditentukan oleh keberhasilan mengidentifikasi karakteristik desa-desa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan melihat perkembangan desa menurut tipologinya di Kabupaten Pacitan berdasarkan data demografi, ketenagakerjaan, kondisi geografi, infrastruktur ekonomi, infrastruktur dan akses pendidikan serta kesehatan pada tahun 2004 dengan tahun 2010, serta untuk menentukan prioritas pembangunan secara spasial. Unit analisis terdiri dari 171 desa dan kelurahan dengan 43 variabel. Analisis menggunakan analisis multivariat yang terdiri dari analisis komponen utama, analisis klaster dan analisis diskriminan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima tipologi desa dan tipologi berkembang antardesa dan antarwaktu. Prioritas pembangunan untuk dataran tinggi kurang maju dominan peternakan yaitu peningkatan sarana dan akses perekonomian serta pendidikan, pengembangan sarana dan akses kesehatan, peningkatan produktivitas dan teknologi peternakan. Dataran tinggi kurang maju potensial pertanian, prioritas pada peningkatan sarana dan akses kesehatan, pengembangan teknologi dan intensifikasi pertanian serta pengembangan kegiatan produktif di luar pertanian. Daerah kurang maju pertanian lemah prioritas pada peningkatan dan pengembangan sarana dan akses ekonomi, kesehatan, pengembangan kegiatan produktif di luar pertanian. Daerah maju pertanian kuat, prioritas pada pengembangan agrobisnis, mekanisasi, dan jaringan pasar. Daerah maju potensial pertanian, prioritas intensifikasi pertanian, peningkatan teknologi pertanian, pengembangan potensi ekonomi lokal.
The poverty rate in Pacitan from 2004 to 2011 decreased from 32.55 percent to 18.13 percent, far the national and provincial rate. The poor is predominantly living in rural areas. Rural areas with different characteristics constitute the majority in Pacitan have higher poverty rates than urban. The success or failure of development are more determined by the success or failure in developing rural areas. In addition there are variations in the characteristics and typology of inter-villages between 2004 and 2011. Therefore determination of development priorities are also determined by the success of identifying the characteristics of these villages. This study aims to explore the development of villages based on demography, employment, geography, economic infrastructure, infrastructure and access to education and health in 2004 to 2010, as well as to determine the spatial development priorities. The unit of analysis consists of 171 villages with 43 variables. This study uses multivariate analysis involving principal component analysis, cluster analysis and discriminant analysis. The results show there are five typologies of village in Pacitan and the development of typology changes from one village to the other from 2004 to 2010. The priorities of development for underdeveloped highland with dominant livestock farming focuses on the improvement of economic, education, health infrastructure and access,as well as the livestock productivity and technology. The underdeveloped highland agricultural potential should be prioritised in its improved health infrastructure and access, developing intensification and agricultural technology, developing of productivity activities outside agriculture. The underdeveloped areas weaknesses agriculture should be prioritised on improving and developing of economic, health facilities and access. Developed areas strong agriculture focuses in agribusiness, mechanism and market networking. Developed areas agricultural potentials should be prioritised on agricultural intensification, inproving the agricultural technology and developing local economic potencies.
Kata Kunci : Tipologi desa, analisis multivariat, prioritas pembangunan