Laporkan Masalah

MEKANISME KETAHANAN KAKAO BERMIKORIZA TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN DAN GANGGUAN PENYAKIT

AGUSDIN DHARMA F, Prof. Dr. Ir. Bambang Hadisutrisno

2015 | Tesis | S2 Fitopatologi

Kakao merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, menyediakan lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara, dengan demikian kakao mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan pembudidayaannya. Tetapi usaha budidaya kakao dalam skala besar dihadapkan pada masalah keterbatasan air, terutama pada lahan-lahan marginal yang dapat menyebabkan kakao mengalami cekaman kekeringan. Selain cekaman kekeringan, gangguan penyakit juga menjadi penyebab rendahnya produktivitas kakao. Oleh sebab itu, diperlukan jamur mikoriza arbuskula (JMA) untuk meningkatkan ketahanan kakao terhadap kekeringan dan penyakit, karena JMA telah diketahui membantu tanaman dalam penyerapan air dan memacu sintesis senyawa pertahanan tanaman terhadap infeksi patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian JMA terhadap pertumbuhan dan ketahanan kakao di lapangan pada cekaman kekeringan, serta mekanisme JMA dalam meningkatkan ketahanan kakao terhadap gangguan penyakit. Percobaan dilakukan di lapangan dengan perlakuan inokulasi JMA serta pemupukan dengan dosis yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kakao di lapangan yang diinokulasi JMA memiliki pertumbuhan yang lebih baik daripada kakao tanpa inokulasi dan mampu menghindari cekaman kekeringan dengan memaksimalkan penyerapan air pada kondisi lengas tanah rendah sehingga mampu mempertahankan kandungan air nisbi daun pada level lebih dari 70%. Inokulasi JMA mampu menurunkan intensitas penyakit bercak daun antraknose yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides sebesar 16,39%, menyebabkan lignifikasi yang lebih merata pada jaringan korteks akar kakao sehingga dapat meningkatkan ketahanan kakao terhadap cekaman kekeringan, tetapi tidak berpengaruh langsung terhadap akumulasi asam salisilat dan flavonoid pada kakao.

Cocoa is one of the plantation commodities which its role is quite important for the national economy, provide employment, income and foreign exchange, thus cocoa has good prospects for development of cultivation. However, the cultivation of cocoa on large scale is faced with the problem of limitation of water, especially on marginal lands caused drought stress on cocoa. In addition to drought, diseases may also lead to low productivity of cocoa. Therefore, it is necessary arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) to increase resistance of cocoa to drought and diseases, because AMF has known helping plant to water absorption and synthesis induction of defense compound against pathogen infection. This research aimed to study the effect of AMF to the growth and resistance of cocoa in the field on drought stress, as well as mechanism of AMF to increase resistance against diseases. The experiment was carried out in the field with the AMF inoculation and fertilization treatment using different doses. Results showed the cocoa in field inoculated by AMF had better growth than cocoa without inoculation and could avoid to drought stress by maximalization of water absorption in minimum soil water condition so as to maintain the relative water content of leaf at level of more than 70%. AMF inoculation could decrease anthracnose leaf spot disease intensity caused by Colletotrichum gloeosporioides amounted to 16.39%, caused to more equitable lignification on cocoa root cortex tissue so as could increase cocoa defense to drought stress, but had no direct effect on the accumulation of salicylic acid and flavonoid in the cocoa.

Kata Kunci : cekaman kekeringan, Colletotrichum gloeosporioides, jamur mikoriza arbuskula (JMA), kakao, ketahanan tanaman


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.