HUBUNGAN ANTARA LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DAN RISIKO MENDERITA SLEEP APNEA
HANDY DARMAWAN, dr. Astuti Sp. S (K); dr. Ahmad Asmedi, M.Kes., Sp.S(K); dr. Abdul Ghofir, Sp.S(K)
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Insidensi penyakit ginjal kronik (PGK) makin meningkat di Indonesia. Pilihan terapi penggantian fungsi ginjal untuk pasien PGK yang sering digunakan di Indonesia adalah hemodialisis (HD). Total jumlah pasien HD baru pada tahun 2010 sebanyak 9.649 orang dan pasien HD aktif sebanyak 5.184 orang. Sleep apnea (SA) sering ditemukan pada pasien PGK yang menjalani HD dan menyebabkan penurunan kualitas hidup pasien. Sleep apnea pada pasien HD masih sering tidak terdiagnosis. Tujuan: Mengetahui hubungan antara lama menjalani HD dan risiko menderita SA. Metode: Penelitian ini dilakukan secara cross sectional menggunakan metode wawancara kepada pasien PGK yang menjalani HD di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta dengan instrumen penelitian berupa kuesioner Berlin. Hasil: Dari 35 pasien HD, sebanyak 21 pasien (60%) berisiko tinggi menderita SA dan 14 pasien (40%) berisiko rendah menderita SA. Lama menjalani HD terbukti berhubungan dengan risiko menderita SA dengan OR 1,003 dan p-value 0,019 (95%CI 1,0005�1,0056). Lama menderita PGK juga berhubungan secara signifikan dengan risiko menderita SA dengan OR 1,149 dan p-value 0,015 (95%CI 1,0280�1,2858). Kesimpulan: Lama menjalani HD dan menderita PGK berhubungan dengan risiko menderita SA. Semakin lama menjalani HD dan menderita PGK semakin tinggi risiko menderita SA.
Background: The incidence of chronic kidney disease (CKD) is rising in Indonesia. Hemodialysis (HD) is the most frequent kidney replacement therapy used for CKD patient in Indonesia. In 2010, there were 9.649 new HD patient and 5.184 active HD patient.Sleep apnea (SA) is common in HD patient. It decreases the quality of life among them and still underdiagnosed. Objective: To know the relationship between duration of HD and SA. Method: This research is using cross sectional as a research design and interview to CKD patient that undergo HD in RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta using Berlin Questionnaire as a research instrument. Result: From 35 HD patient, 21 patient (60%) are having a high risk for SA and 14 patient (40%) are having a low risk for SA. It is proved that there is statistically significant relationship between duration of HD and SA with OR 1,003 and p-value 0,019 (95%CI 1,0005�1,0056). Duration of CKD is also proved to have a statistically significant relationship with SA with OR 1,149 and p-value 0,015 (95% CI 1,0280�1,2858). Conclusion: Duration of HD and CKD have a statistically significant relationship with SA. The longer duration of HD and CKD make a higher risk of SA.
Kata Kunci : Sleep apnea, hemodialisis, penyakit ginjal kronik