Laporkan Masalah

Indonesia Menghadapi Politik Liberalisasi Garam

ESTI R TANAEM, Dr. Maharani Hapsari, M.A.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini bertujuan untuk melihat keterkaitan Hubungan Internasional hingga ke daerah didalam suatu negara melalui kebijakan liberalisasi pasar garam domestik yang diambil oleh pemerintah Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga memberi gambaran mengenai liberalisasi pasar garam domestik itu sendiri yang dibuat untuk memenuhi tekanan internasional dan tekanan domestik serta implikasi yang ditimbulkan hingga ke daerah dalam kasus ini adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk menjelaskan fokus penelitian ini maka dibutuhkan teori Two-Level Games untuk menjelaskan faktor tekanan internasional dan faktor tekanan domestik yang dihadapi oleh pembuat kebijakan disuatu negara. Faktor tekanan domestik dijelaskan melalui Governmental process khususnya mengenai kelompok-kelompok kepentingan dalam liberalisasi pasar garam domestik ini. Selanjutnya, implikasi hingga ke daerah dijelaskan menggunakan konsep kapitalisme. Secara metodologi, penelitian ini dilakukan melalui pengumpulan data primer dan juga sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan liberalisasi pasar garam domestik diambil oleh pemerintah Indonesia untuk memenuhi tekanan internasional melalui beberapa perjanjian internasional yang diratifikasi dan untuk memenuhi tekanan domestik yakni berupa tarik menarik kepentingan diantara aktor-aktor birokrat dan kelompok kepentingan. Kebijakan ini berimplikasi hingga ke daerah potensial dalam produksi garam yaitu Provinsi NTT berupa kehidupan petani garam yang semakin termarjinalkan.

This research aims to explain the entanglement of international relations to a province in a country through the policy of domestic salt market liberalization made by Indonesian government. Besides, this research is also give the description about domestic salt market liberalization itself which made to fulfill both the international and domestic pressures, and also the implication generated by that policy to East Nusa Tenggara. Two-level games theory will explain about the international and domestic pressures faced by the decision maker in a country. Domestic pressure will be explained by governmental process particularly about the interest groups in this domestic salt market liberalization. Furthermore, the implication to the province will be explained by concept of capitalism. Methodologically, this research uses primer and secondary data. The result of this research shows that the policy of domestic salt market liberalization was made by Indonesia government to fulfill the international and domestic pressures through some international agreements and to fulfill the domestic pressure through the different interest between bureaucrat actors and interest groups. This policy caused some implications toward potential salt producer province showed as the study case in this research, East Nusa Tenggara Province. The implication is that policy of domestic salt market liberalization marginalizes the life of salt farmers.

Kata Kunci : Politik liberalisasi garam, Tekanan internasional, Tekanan domestik, Implikasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.