Laporkan Masalah

KAJIAN KERUSAKAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE AKIBAT AKTIVITAS MANUSIA DALAM RANGKA PELESTARIAN LINGKUNGAN (KASUS DI PANTAI POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT)

SUPARJO RAZASLI C., Prof. Dr. Totok Gunawan, MS.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Beberapa tahun terakhir ini, ekosistem hutan mangrove dijadikan sasaran manusia untuk dijadikan berbagai macam aktivitas, baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Data rencana pola ruang wilayah Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan bahwa hutan mangrove sebagian telah mengalami kerusakan sehingga jumlahnya mulai berkurang bahkan ada beberapa kawasan hutan mangrove yang mulai dikonversi menjadi kawasan budidaya yaitu sebagai tambak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan ekosistem hutan mangrove, menilai tingkat kerusakan ekosistem hutan mangrove, dan merumuskan strategi pengelolaan lingkungan akibat kerusakan ekosistem hutan mangrove dalam rangka pelestarian lingkungan daerah Polewali Mandar. Penelitian dilakukan sepanjang bulan Mei 2014 di Pantai Mampie. Pengumpulan data sosial dilakukan secara indepth interview menggunakan panduan pertanyaan yang terstruktur, sementara pengumpulan data vegetasi hutan mangrove dilakukan menggunakan teknik proportionate random sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 jenis kerusakan yaitu kerusakan komponen abiotik (tingkat abrasi pantai yang tinggi dan terganggunya fase pasang surut), kerusakan biotik (jenis vegetasi mangrove yang sedikit dan kurangnya permudaan vegetasi hutan mangrove), dan kerusakan cultural (konversi hutan mangrove menjadi tambak, penebangan pohon untuk keperluan rumah tangga, dan aktivitas pemukiman). Klasifikasi kerusakan dengan tingkat kerusakan sedang ditemukan pada Blok Area B, C, E, F, G, H, dan I (rentang nilai 20-26). Sedangkan klasifikasi kerusakan dengan kategori tidak rusak yaitu pada Blok Area pengamatan A, D, dan E. Strategi pengelolaan kawasan hutan mangrove di pantai Mampie berdasarkan analisis SWOT yaitu menjadikan kawasan hutan mangrove Mampie yang tersisa menjadi kawasan ekowisata, peningkatan mutu kualitas SDM (masyarakat setempat) dan pengetahuan dalam pemanfaatan hutan mangrove untuk ekonomi, prioritas penanganan kawasan hutan mangrove yang tergolong rusak sedang oleh pemerintah daerah, penanaman bibit mangrove pada kawasan tambak (silvofishery development), penanaman bibit mangrove pada daerah abrasi dengan patok, perbaikan aliran hidrologi kawasan Mammpie sehinggan distribusi bibit mangrove berjalan normal, dan rehabilitasi kawasan hutan mangrove yang termasuk kategori sedang.

These last few years, the mangrove forest ecosystem had been targeted to be used as a wide range of activities by human, either directly or indirectly. Data of Polewali Mandar regency show that mangrove forests have been partially damage so that their numbers begin to decrease and some mangrove forests area converted as cultivation are namely pond. The purpose of this study is to identify the types of mangrove forest damage due to human activities of Polewali Mandar, to assess the level of damage of mangrove forest ecosystems, and to formulate environmental management strategies due to damage of mangrove forest ecosystems fot the environmental conservation of Polewali Mandar regency. The research was conducted throughout the month of May 2014 in Mampie Shore, Wonomulyo District, Polewali Mandar Regency. Social data collection conducted in-depth interview using a structured question guide, while mangrove forest vegetation data collection using proportionate random sampling technique. The results showed that there are 3 types of damage namely abiotic components damage (high levels of coastal erosion and disruption of tidal phase), biotic components damage (mangrove diversity is sparse, and the lack of regeneration from mangrove forest vegetation), and cultural components damage (conversion of mangrove forests into farms, logging for domestic use, and settlement activities). Medium-damage level are found at B, C, E, F, G, H, and I block (range value 20-26). While low-damage level are found A, D, and E block. Management strategy of mangrove forests at Mampie shore based on the SWOT analysis are to make Mampie remaining mangrove forests into ecotourism, improving the quality of human resource (local community) and knowledge in the utilization of mangrove forests for economic, priority handling mid-damage level of mangrove forest by the local government, the planting of mangrove seedling in the pond area (silvofishery development), planting mangroves in the abration area with stakes, improved rhydrological flow of Mampie so that sdistribution mangrove normally, and rehabilitation of mangrove forest including the medium-damage level.

Kata Kunci : Kerusakan, Mangrove, SWOT, Pantai Mampie


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.