Laporkan Masalah

Evaluasi Faktor Penghambat Proses Pengadaan Barang/Jasa Melalui E-Procurement (Studi Pada Sekretariat Jenderal KESDM)

RENALDI ANGGORO, Dr Agus Setiawan, M.Soc., Sc

2015 | Tesis | S2 Akuntansi

Pengadaan barang/jasa pemerintah dewasa ini menjadi isu yang penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak. Pengadaan barang/jasa secara elektronik (e-procurement) dilingkungan instansi pemerintah merupakan jawaban atas tuntuan masyarakat untuk mewujudkan pengadaan yang efisien, transparansi dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Faktor Penghambat E-Procurement yang ada pada Setjen Kementerian ESDM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dan observasi yang berasal dari Pihak-pihak yang terlibat dalam Pengadaan barang/Jasa. Data yang didapat dievaluasi menggunakan teknik analisa data penelitian kualitatif oleh Miles and Huberman (1992) untuk mengkombinasikan data yang diperoleh dari instansi/responden agar diperoleh pemahaman yang utuh dari proses pengawasan tersebut. Dari hasil evaluasi, Faktor Penghambat E-Procurement telah memenuhi lima komponen pengendalian yang diperkenalkan oleh COSO. Namun terdapat risiko pengendalian yang perlu dicermati oleh pemerintah; yakni perlunya meningkatkan kemampuan teknis pelaksana pengadaan barang/jasa dan juga penyedia jasa, mengoptimalkan transparansi dan akuntabilitas eproc dan menigkatkan unsur kehati-hatian dalam melaksanakan proses pengadaan barang/jasa.

Today, public goods and service procurement become an important rumor to fulfill the society needs. Goods and service procurement through electronic (e-procurement) in the government unit as an answer for society demands to fulfill efficiency, transparency and accountability procurement. The aim from this research is to evaluate the factor that hampers e-procurement in secretary general Ministry of energy and mineral resources. This kind of research is qualitative descriptive using study case. Data from this research submit through interview and observation from the people that have contribution in goods and service procurement. Data evaluated by using the technique analysis data qualitative research by Miles and Huberman (1992) to combination the data that we get from the respondent. From the evaluation, the factor that hampers e-procurement has fulfill five components internal controls that known as COSO. But control risk need more attention from government the reason are, need to improve the technical skill from the staff and also from the company, and optimally the transparency and accountability and increase the prudent to process the goods and public service

Kata Kunci : e-procurement, COSO, transparansi, akuntabilitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.