HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI, MASA KERJA, USIA, DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PERASAAN KELELAHAN PADA TENAGA KERJA LAPANGAN PT. PERTAMINA EP UBEP CABANG TARAKAN, KALIMANTAN UTARA
LEONARD FERNANDO PURBA, Dr. Susetyowati, DCN, M. Kes.; Dra. Susi Iravati, Apt, Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaSalah satu hambatan yang berhubungan dengan produktivitas karyawan di suatu perusahaan atau organisasi adalah kelelahan. Adanya perasaan kelelahan yang dialami juga cenderung meningkatkan terjadinya kecelakaan kerja, sehingga dapat merugikan pekerja ataupun perusahaan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kelelahan antara lain adalah status gizi, masa kerja, usia, dan juga kebiasaan merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara status gizi, masa kerja, usia, dan kebiasaan merokok dengan perasaan kelelahan pada tenaga kerja lapangan PT. Pertamina EP UBEP Cabang Tarakan, Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah tenaga kerja lapangan PT. Pertamina EP UBEP Cabang Tarakan, Kalimantan Utara dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik sampling jenuh. Alat yang digunakan yaitu lembar isian data, timbangan berat badan, meteran tinggi badan, pita pengukur lingkar lengan atas, dan modifikasi kuesioner kelelahan dari KAUPK2 dan Skala IFRC. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Pearson Product Moment dan regresi linear ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi (IMT) dengan perasaan kelelahan (r= 0,063, p= 0,700), tidak terdapat hubungan antara status gizi (LLA) dengan perasaan kelelahan (r= 0,039, p= 0,812), terdapat hubungan antara masa kerja dengan perasaan kelelahan (r= 0,410, p= 0,009), terdapat hubungan antara usia dengan perasaan kelelahan (r= 0,628, p= 0,001), tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan perasaan kelelahan (r= 0,153, p= 0,346). Hasil analisis regresi linier ganda menunjukkan bahwa hanya usia yang memiliki hubungan dan merupakan faktor yang paling berperan dalam menentukan perasaan kelelahan pada tenaga kerja lapangan PT. Pertamina EP UBEP Cabang Tarakan, Kalimantan Utara (r= 0,628, R2= 0,394, p= 0,001). Tidak terdapat hubungan antara status gizi (IMT & LLA) dengan perasaan kelelahan, terdapat hubungan antara masa kerja dengan perasaan kelelahan, terdapat hubungan antara usia dengan perasaan kelelahan, tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan perasaan kelelahan. Hanya faktor usia yang memiliki hubungan dan merupakan faktor yang paling berperan dalam menentukan perasaan kelelahan yang dialami oleh tenaga kerja lapangan PT. Pertamina EP UBEP Cabang Tarakan, Kalimantan Utara.
One of the constraints related to the productivity of employees in a company or organization is fatigue. Feelings of fatigue is also likely to increase the occurrence of occupational accidents, so it can be detrimental to workers or the company. Several factors that may affect fatigue among the other things is nutritional status, working period, age, and also the smoking habits. This study aimed to examine the correlation between nutritional status, working period, age, and smoking habits with a feeling of fatigue on field workers at PT. Pertamina EP UBEP Tarakan Branch, North Borneo. This research uses the analytical method observational with cross sectional design. Subjects were field workers of PT. Pertamina with a sample size of 40 people. Sampling technique is saturated sampling. The instrument used in this study is the data sheet form, the weight scale, meter height, arm circumference measuring tape, and a modification of the questionnaire from KAUPK2 and IFRC Scale. Research data were analyzed using Pearson Product Moment Test and Multiple Linear Regression. The results showed that there is no correlation between nutritional status (BMI) with the feeling of fatigue (r= 0,063, p= 0,700), there is no correlation between nutritional status (MUAC) with the feeling of fatigue (r= 0,039, p= 0,812), there is a correlation between working period with the feeling of fatigue (r= 0,410, p= 0,009), there is a correlation between age with the feeling of fatigue (r= 0,628, p= 0,001), there is no correlation between smoking habits with the feeling of fatigue (r= 0,153, p= 0,346). The results of multiple linear regression analysis showed that only age who have a correlation and is the most variabel in determining feelings of fatigue on field workers at PT. Pertamina EP UBEP Tarakan Branch, North Borneo (r= 0,628, R2= 0,394, p= 0,001). There is no correlation between nutritional status (BMI & LLA) with the feeling of fatigue, there is a correlation between working period with the feeling of fatigue, there is a correlation between age with the feeling of fatigue, there is no correlation between smoking habits with feeling of fatigue. Only age who have a correlation and is the most variable in determining feelings of fatigue experienced by field workers of PT. Pertamina EP UBEP Tarakan Branch, North Borneo.
Kata Kunci : Status gizi, masa kerja, usia, kebiasaan merokok, perasaan kelelahan, tenaga kerja lapangan