PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN, PENGUNGKAPAN INFORMASI LINGKUNGAN DAN PENGUNGKAPAN BIAYA LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (2010-2012)
HANI RIZKY SAVITRI, Drs. Irfan Nursasmito, M.Si.
2015 | Tesis | S2 AkuntansiBeragamnya tuntutan dalam masyarakat berkaitan dengan kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup, maka perusahaan di tuntut untuk memiliki laporan tentang lingkungan hidup. Maka dari itu pengungkapan kinerja lingkungan, melaporkan pengelolaan lingkungan perusahaannya, mengadakan pos biaya lingkungan dalam biaya tahunan perusahaan sangat diperlukan. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah Apakah kinerja lingkungan, pengungkapan informasi lingkungan, dan pengungkapan biaya lingkungan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang mengikuti Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) dan menerbitkan laporan tahunan pada tahun 2010-2012. Kinerja keuangan alma perusahaan diukur melalui ROA, sedangkan kinerja lingkungan diukur melalui penilaian PROPER, pengungkapan informasi lingkungan diukur dengan disclose scoring yang diperoleh dari analisis laporan keuangan sedangkan pengukuran biaya lingkungan diukur dari laporan yang diungkapkan oleh perusahaan dalam laporan tahunan yang berkaitan dengan biaya kegiatan aktivitas lingkungan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik dengan metode analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel kinerja lingkungan berpengaruh terhadap kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdapat di Bursa Efek Indonesia dengan nilai signifikansi t sebesar 0,046 lebih kecil dibanding tingkat signifikansi 5%. Begitu pula dengan variabel pengungkapan informasi lingkungan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap terhadap kinerja keuangan yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi t sebesar 0,047 di bawah tingkat signifikansi 5% (0,05). Sedangkan analisis regresi pada variabel biaya lingkungan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi t sebesar 0,572 diatas tingkat signifikansi 5%, hal ini menunjukkan bahwa pengungkapan biaya lingkungan ternyata tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar tinggi pengungkapan biaya lingkungan akan berpengaruh pada semakin rendahnya kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kata Kunci: Kinerja Keuangan, CSR, Perusahaan Manufaktur
Increased demands in the society related to companies’ performance in environmental management requires them to prepare their reports on the environment. Therefore, disclosure of environmental management performance, report on the company's environmental management, and allocation of environmental costs in the company's annual cost are required. The questions posed in this research are: Do environmental performance, disclosure of environmental information, and disclosure of environmental cost affect the financial performance of manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange? The sample consists of manufacturing companies that participated in the Company Environmental Performance Rating Program (PROPER) and published annual report for the period of 2010-2012. Companies’ financial performance, asset and liability management is measured through ROA, while environmental performance is measured using PROPER, information disclosure using disclose scoring obtained from financial statement analysis, and measuring environmental cost is conducted based on companies’ report regarding the cost of environmental activities. Data analysis was conducted using multiple regression analysis for statistics. The results of regression analysis indicated that environmental performance affects financial performance of manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange with significance level of 0.046, which is less than 5% significance level. Similarly, disclosure of environmental information affects significantly the financial performance as indicated by the significance t value of 0.047, less than 5% (0.05) significance level. As for regression analysis of environmental cost, it indicated no significant effect on financial performance. It is represented by the significance t value of 0.572, higher than 5% significance level, which means that the disclosure of environmental cost turned out to be not affecting the financial performance of manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange. This indicates that the higher the disclosure of environmental cost, the lower the financial performance of manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange. Keywords: Financial Performance, CSR, Manufacturing Companies
Kata Kunci : Kinerja Keuangan, CSR, Perusahaan Manufaktur; Financial Performance, CSR, Manufacturing Companies