PROGRESIFITAS MIOPIA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI PEDESAAN DAN PERKOTAAN DI YOGYAKARTA
WIDYA PRAFITRI RASMIYATI, Prof. dr. Suhardjo, SU, Sp.M (K)
2015 | Tesis | S2 KEDOKTERAN KLINIK/MS-PPDSTujuan : Miopia merupakan penyebab yang paling sering terjadi pada penurunan ketajaman visual dan dapat menyebabkan kebutaan. Progresifitas miopia dapat disebabkan oleh faktor lingkungan, yaitu kegiatan aktivitas melihat dekat dan , kegiatan aktivitas melihat jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan progresifitas miopia pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah pedesaan dan perkotaan di Yogyakarta Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan Cohort Prospective dengan menggunakan kuesioner terhadap sampel penelitian yang berjumlah 214 dari dua kelompok siswa SMP. Subyek penelitian (214 siswa) terdiri dari 73 siswa dari pedesaan dan 119 siswa perkotaan, kemudian dari 119siswa wilayah perkotaan diambil secara acak sebanyak 93 siswa sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian : Dari penelitian diketahui bahwa progresifitas miopia di pedesaan adalah -0,37D sedangkan di perkotaan adalah– 0,54 D. Progresifitas miopia di perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan di pedesaan tetapi besar perbedaan kurang dari 0,5 D sehingga hasil perbedaan tersebut secara klinis tidak signifikan. Baik usia atau di kedua daerah penelitian tidak berhubungan secara signifikan dengan progresifitas miopia (p>0,01). Siswa perempuan lebih banyak mengalami miopia (70%) dibandingkan dengan siswa laki-laki. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi progresifitas miopia lama belajar atau membaca buku (RR 10,1 (95% CI 2,5 - 40). Berikutnya adalah bermain game / menggunakan HP ( RR 2,2 95 % CI 1,2 – 3,9), selanjutnya adalah menonton TV (RR 2,2 95% CI 1,2 – 3,9 ) dan yang paling sedikit mempengaruhi progresifitas miopia adalah aktivitas melihat jauh atau di luar ruangan (RR 0,054 95% CI 0,02 – 0,14 ). Keywords : Miopia, aktivitas melihat dekat, aktivitas melihat jauh
Purpose : Myopia is the most common cause of the decreasing visual acuity and moreover can cause blindness. The progression of myopia can be caused by environmental factors, namely near work activity and outdoor activity. This study aims to investigate the difference of myopia progression toward junior high school students (SMP) in rural and urban area. Methods: This study uses a Prospective Cohort design using a questionnaire to 214 samples from two groups of junior high school students. The subjects of the study (214 students) consists of 73 students from rural area and 119 students from urban area. Then 93 students from 119 urban area students are taken randomly as a sample. Result : The study found that the progression of myopia in rural areas is -0,37D while in urban are- 0.54 D. The progression of myopia tends to be higher in urban area than in rural area, but the degree of differences is less than 0.5 D. So, we can say that the degree of the differences is not clinically significant. The risk factor that most affect to the progression of myopia is the length of learning time or reading a book (RR 10.1 (95% CI 2.5 to 40). Next is playing games / using cellular phone (RR 2.2 95% CI 1.2 to 3.9), and watching TV (RR 2.2 95% CI 1.2 to 3.9) and the least is outdoor activities (RR 0.054 95% CI 0.02 to 0.14). Keywords : myopia, near work activity, outdoor activity
Kata Kunci : Miopia, aktivitas melihat dekat, aktivitas melihat jauh; myopia, near work activity, outdoor activity