RISIKO KEPUNAHAN TEBELO PUSUH (Anthocephalus sp.) DI KARST GUNUNGSEWU DESA JEPITU, KECAMATAN GIRISUBO, KABUPATEN GUNUNGKIDUL
ASNA HAYATI, Dr. Ir. Lies Rahayu WF., M.P
2014 | Skripsi | S1 KEHUTANANAnalisis risiko kepunahan keanekaragaman hayati merupakan suatu analisis untuk mengukur potensi risiko kepunahan dengan menghitung fungsi bahaya (hazard), kerentanan (vulnerability), dan kapasitas (capacity). Latar belakang penelitian ini adalah tekanan antropogenik yang berasal dari aktivitas manusia di kawasan karst yang dapat mengancam keberadaan tumbuhan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, kerentanan dan kemampuan masyarakat meredam bencana kepunahan tebelo pusuh dan menilai besarnya risiko yang mengancam. Penelitian dilaksanakan di karst Gunungsewu Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul dengan pendekatan native species : tebelo pusuh (Anthocephalus sp.). Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara secara mendalam terhadap informan dengan menggunakan panduan wawancara (interview guide). Teknik penentuan sampel menggunakan sampel bola salju (snowball sampling) dengan awalan sampel bertujuan (purposive sampling). Data hasil wawancara dianalisis menggunakan skala Likert, dan selanjutnya digunakan rumus dari IIRR dan Cordaid untuk menghitung risiko kepunahan. Hasil analisis data diperoleh nilai bahaya (hazard) sebesar 2,67. Nilai kerentanan (vulnerability) sebesar 1,67 dan nilai kapasitas (capacity) sebesar 1,33. Tebelo pusuh di Desa Jepitu memiliki nilai risiko sebesar 3,35 atau berada pada tingkat risiko sedang untuk mengalami kepunahan
A risk analysis about biodiversity extinction measures potential extinction risk and calculates various functions, such as hazard, vulnerability, and capacity. Research background based on antropogenic pressure by people’s activities near from karst area may threaten the existance of tebelo pusuh. This research aims to identify hazard, vulnerability, and also people’s ability to reduce the tragedy of tebelo pusuh’s extinction. The other objective is valuing degree of risk which are threatening the living life of tebelo pusuh. The research takes place in Gunungsewu karst, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul through a native species approach : tebelo pusuh (Anthocephalus sp.). A detailed-enquiry towards informant is exercised during the research to collect facts and datas. Determination of sample employ snowball technique with purposive sampling. The result from enquiring has been analyzed by likert scale, then use IIRR and Cordaid’s formula to get risk extinction value. Data research show that hazard variable score 2.67. Vulnerability 1.67 and capacity values at 1.33. The extinction risk of tebelo pusuh in desa Jepitu values 3.35 or equivalent with medium level to be extinction
Kata Kunci : Risiko, kepunahan, keanekaragaman hayati, dan karst Gunungsewu