PERFORMANCE ANALYSIS OF THE CITY AIRPORT: A Case Study of Halim Perdanakusuma to be Jakarta City Airport
FITRADY PAHALA, Prof. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik TransportasiPenelitian ini berupaya untuk menentukan potensi Halim Perdanakusuma Airport sebagai Bandar Udara Kota Jakarta di masa mendatang. Analisa Kinerja terhadap airport kota dilaksanakan di Halim dan Soekarno-Hatta dengan asusmsi bahwa kedua bandar udara tersebut berada pada wilayah cakupan daerah dan letak geografis yang sama. Metode penelitian berupa analisa kinerja digunakan untuk mengukur kinerja masing-masing bandar udara dengan membandingkan Halim dengan Soekarno-Hatta sebagai bandar udara utama yang melayani Kota Jakarta. Beberapa faktor kunci akan diukur dengan seksama terkait dengan lalu-lintas penumpang, kinerja keluaran bandara, infrastruktur, airport charges, daerah cakupan, akses menuju bandar udara, dan isu lingkungan terkait dengan operasi bandar udara. Berdasarkan hasil pendahuluan penelitian ini diketahui bahwa Halim diharapkan mampu mengakomodasi 3,9 juta hingga 6 juta penumpang untuk lima tahun mendatang, dan karena ini terminal penumpang perlu untuk dikembangkan. Hasil akhir ditemukan bahwa mix traffic problem yang berimbas pada lamanya waktu penggunaan runway. Hal ini dapat diatasi dengan membangun taxiway paralel di sebelah utara runway. Angkasa Pura sebagai operator bandar udara pengelola Halim mengetahui prospek ini dan kemudian menetapkan besaran airport charges serupa dengan Soekarno-Hatta. Lebih lanjut, Halim beresiko kehilangan daya tarik terkat dengan isu lingkungan daerah perkotaan, seperti kemacetan dan banjir di daerah sekitarnya. Akses menuju bandar udara juga perlu dikembangkan dengan menyediakan sarana transportasi multi moda yang langsung terhubung dengan terminal penumpang. Imbas dari banjir tumpahan berasal dari dua sungai utama sebaiknya diminimalisir dengan pembangunan sarana penampungan dan drainase. Keterlibatan dan kerjasama dengan pihak berkepentingan dan pembuat kebijakan diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Akhirnya, berdasarkan hasil dari analisa kinerja di Halim dan Soekarno-Hatta diketahui bahwa beberapa aspek dan kinerja dari Bandar Udara Halim dapat dikembangkan dan memperlihatkan bahwa Halim mampu beroperasi sebagai Bandar Udara Kota Jakarta di masa mendatang.
This research attempts to determine the potentiality of Halim Perdanakusuma Airport as Jakarta City Airport in the future. The performance analysis of city airport took place on Halim and Soekarno-Hatta based on the assumption that the airports have similar catchment areas and are located in similar geographical locations. The methods of performance analysis is used to assess the airport performances at Halim Airport compared with Soekarno-Hatta Airport as the main airport that serves Jakarta City. Some important key factors will be carefully examined, such as traffic, airport throughput performances, airport infrastructures, airport charges, airlines operations, airport economic and financial performances, catchment areas, accessibility to airports, and environmental issues related to airport operations. The preliminary research findings have shown that Halim must be able to accommodate 3,9 million to 6 million passenger over the next five years, and the passenger terminal needs to be expanded. The final results, the current problem of mix traffic that impacted in a runway occupancy time problem should be overcome by developing new parallel taxiway at the north side of the runway. Because the Angkasa Pura as the airport company actually knows the prospects of Halim, then as the consequence, a similar amount of the airport charges has been applied similarly as the main airport Soekarno-Hatta. Furthermore, Halim could be also losing its attractiveness due to environmental issues relative to its location near city centre, such as road congestion and flooding near the surroundings of the airport. The airport surface access still needs improvement by providing multi-modes transport access directly to the airport terminal. The impact of water over-spillage from the two rivers that caused flooding in the surrounding airport environment should be minimised by building several reservoirs and drainages. The involvements and work cooperations with the other stakeholders and policy makers are needed to overcome those issues. Finally, based on the performance analysis results on both Halim and Soekarno-Hatta, this research has identified some aspects and performances of Halim Airport that are feasible for further development and several recommendations have been delivered to show Halim Airport to be Jakarta City Airport in the future.
Kata Kunci : Bandar Udara Halim, Bandara Kota, Analisa Kinerja, Prospek Halim, Isu Lingkungan