DECENTRALIZED REGIONAL DEVELOPMENT BY INTER-MUNICIPAL COOPERATION IN INDONESIA CASE STUDY OF BARLINGMASCAKEB, JAVAPROMO AND KARTAMANTUL REGIONAL COOPERATION
WASIS PAMBUDI, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP
2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahSejak kemerdekaan pada tahun 1945, Indonesia secara berkesinambungan telah berusaha untuk melaksanakan pembangunan sosial dan ekonominya. Pembangunan ini dijalankan berdasarkan rencana komprehensif pembangunan nasional yang mencerminkan kebijakan dan strategi nasional. Krisis keuangan asia pada tahun 1997 menyerang Indonesia tidak hanya ekonomi, tetapi juga politik.Transisi politik ini secara signifikan juga mempengaruhi proses pembangunan. Pelaksanaan otonomi daerah diIndonesia secara spontan mengundang konsep kerjasama antar daerah yang melewati batas-batas administrasi daerah. Sesuai dengan pergeseran penekanan pembangunan nasional menuju pendekatan desentralisasi bottom-up, beberapa upaya pembangunan regional antar daerah telah dipraktekkan di Indonesia seperti BARLINGMASCAKEB, JAVAPROMO dan KARTAMANTUL. Dari pembahasan menunjukkan bahwa untuk kerjasama daerah yang bertujuan untuk bersama-sama memberikan peningkatan pelayanan publik, diskusi sistematis mungkin sudah cukup. Namun, jika tujuan dari kerjasama antar daerah adalah \\"pembangunan,\\" hanya pertemuan dan diskusi walaupun telah mengambil bentuk yang paling bagus sekalipun, tidak akan memecahkan masalah. Perlu pendekatan yang lebih sistematis untuk secara komprehensif mengatasi \\"masalah pembangunan\\" dengan fungsi manajemen publik yang kuat sebagai berikut. Pertama-tama, kerjasama regional harus memiliki (a) tujuan bersama yang akan diraih secara kolaboratif. Untuk melakukan tindakan spesifik, perlu ada \\"keuangan\\" serta \\"kelembagaan\\" sebagai dasar. Persyaratan utama adalah pelaksanaan/operasional dan manajemen kelembagaan yang solid. Fungsi lembaga harus melibatkan (1) tujuan bersama (2) rencana pelaksanaan yang disusun secara hirarki, (3) pengaturan keuangan (4) persiapan kelembagaan untuk implementasi dan manajemen dan (5) evaluasi. Dari sudut pandang aspek kunci untuk sukses yang telah dianalisis di atas, Kartamantul telah dilengkapi dengan persyaratan inti serta operasi dan manajemen dari kelembagaan yang solid. Untuk mempromosikan lebih lanjut upaya efektif pembangunan daerah berdasarkan kerjasama antar daerah, KARTAMANTUL dapat dianggap sebagai salah satu model yang sukses sebagai penggerak pembangunan Indonesia secara menyeluruh.
Since the independence in 1945, Indonesia has been making continued effort for country’s economic and social development. The development is pursued along the comprehensive national development plans that reflect national policy and strategies for the achievement. The Asian Financial Crisis in 1997 attacked Indonesia not only economically but also politically. This political transition also significantly affected the way of development. The autonomous regional development in Indonesia spontaneously invites concept of the intermunicipal regional efforts over the local administration boundaries. In accordance with the shift of emphasis of national development towards decentralized bottom-up approach, several attempts of inter-municipal regional development have been practiced in Indonesia such as BARLINGMASCAKEB, JAVAPROMO and KARTAMANTUL. The findings shows for the intermunicipal regional cooperation aiming only for delivering improved public services collaboratively, the systemized discussions above may be sufficient. However, if the purpose of the inter-municipal cooperation is “development,†only meetings and discussions, even if it had taken the most sophisticated form, will not solve the problem. It needs more systematic approach to comprehensively cope with the “development issues†with solid functions of public management as follows. First of all, the regional cooperation has to have (a) common goal(s) to be pursued collaboratively. For carrying out the actions specified, there needs “financial†as well as “institutional†bases. The core requirement is an established solid body of operation and management. The function of that institution should involve (1) common goal (2) hierarchical plan of implementation, (3) financial arrangement (4) institutional preparation for implementation and management and (5) evaluation. From the viewpoint of the key aspects for success analyzed above, KARTAMANTUL is equipped with the core requirement and an established solid body of operation and management. To further promote effective effort of inter-municipal regional development, KARTAMANTUL can be regarded as one of the successful models as a driving force of the total development of Indonesia.
Kata Kunci : Pembangunan Regional, kerjasama antar daerah, lembaga kerjasama antar daerah