EVALUASI PENATALAKSANAAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK RAWAT INAP DI RSUD IBNU SINA GRESIK PERIODE JANUARI 2011 – DESEMBER 2013
NUR ANGGREINI DWI S, Prof. Dr. Djoko Wahyono, SU, Apt.
2015 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiPenyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, yang disebabkan karena tercemarnya udara, tempat bekerja, dan merokok. Obat-obat diberikan bertujuan memperkecil atau menghilangkan keluhan dan gejala serta mencegah komplikasi. Penyakit Paru Obstruktif Kronik dengan eksaserbasi akut yang ditandai dengan adanya sputum dan wheezing disebabkan oleh infeksi pada tracheabronkiolus dan polusi udara, oleh karena itu perlu penggunaan antibiotika. Penelitian ini merupakan non eksperimental secara deskriptif evaluatif, dimana data yang dibutuhkan dan dikumpulkan secara retrospektif terhadap pasien rawat inap PPOK di RSUD Ibnu Sina Gresik dari bulan Januari 2011 – Desember 2013, dan menilai rasionalitasnya yang dievaluasi dengan Metode Gyssens serta outcome klinis yang dihasilkan setelah penggunaan antibiotik selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik untuk terapi yang diberikan pertama kali kepada pasien penderita PPOK di RSUD Ibnu Sina Gresik yang telah dievaluasi dengan metode Gyssens, diketahui sebanyak 78,3% penggunaannya rasional dan sebanyak 21,7% tidak rasional. Penggunaan antibiotik rasional memberikan outcome klinis (suhu, laju pernafasan, batuk ada dan tidak, sputum ada dan tidak) bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna secara signifikan dibanding penggunaan antibiotik yang tidak rasional (p>0,05), perubahan angka leukosit memberikan perbedaan yang bermakna secara signifikan disbanding penggunaan antibiotik yang tidak rasional (p<0,05).
Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is one of the noncommunicable diseases that becomes public health problem in Indonesia, which is caused by the contamination of air, place of work, and smoking. The drugs are given to reduce or eliminate aiming complaints and symptoms, also prevent complications. Chronic obstructive pulmonary disease with acute exacerbation characterized by sputum and wheezing caused by tracheal-bronchial infections and air pollution, therefore it is necessary the use of antibiotics. This research is an observational analytic, where the data required and collected retrospectively on patients with COPD at Ibnu Sina Hospital Gresik from January 2011 - December 2013 and were assesed its rationality using Gyssen method and assesed its clinical outcomes results after using antibiotics for 3 days. The results showed that the antibiotics for the COPD treatment has given to the first time to patient at Ibnu Sina Gresik Hospital has been evaluated by Gyssens method, known as 78.3% were rational and 21.7% were irrational. The using of rational antibiotics gives clinical outcome (temperature, respiration rate,cough and sputum) that there is no significan differences between the using of rational antibiotic (p>0,05), otherwise the changing of leucosyte gives significan differences than the using of irrational antibiotic (p<0,005).
Kata Kunci : PPOK, antibiotik, rasionalitas terapi, metode Gyssens