Laporkan Masalah

BUDAYA ORGANISASI PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK

TANIA RAHMENDA, Bagus Riyono, Dr., M.A

2014 | Tesis | S2 Psikologi Profesi

Kurun waktu seperempat abad, Telkom telah melakukan pembaharuan budaya sebanyak 5 kali dimulai pada era kepemimpinan Cacuk Sudarjanto hingga Arief Yahya. Disetiap pembaharuan budaya yang dilakukan, terdapat nilai-nilai yang tidak berubah seiring dengan perubahan yang dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi nilai-nilai yang terkandung dalam rumusan budaya dari kepemimpinan Cacuk Sudarjanto hingga Arief Yahya yang masih melekat serta nilai-nilai yang masih relevan dengan kondisi lingkungan perusahaan saat ini. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, studi dokumen dan observasi partisipan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 8 orang karyawan Telkom yang merasakan kepemimpinan dari Cacuk Sudarjanto hingga Arief Yahya. Analisis data yang digunakan adalah model analisis isi teknik konvensional. Hasilnya adalah terdapat beberapa nilai yang tidak berubah yakni always the best, kekeluargaan yang tinggi, dan budaya inovasi. Pembaharuan budaya yang dilakukan oleh setiap pemimpin merupakan reaksi terhadap situasi internal dan eksternal telkom sehingga pemimpin melakukan penyesuaian terhadap formulasi budaya namun tidak mengubah esensi tersebut.

Period of a quarter century, Telkom has conducted as much as 5 times of culture reform began in the era of leadership Cacuk Sudarjanto up to Arief Yahya. Reform each culture conducted, there are values that does not change along with the changes made. The purpose of this study to explore the values contained in the formulation of culture from leadership of Cacuk Sudarjanto to Arief Yahya still attached and the values are still relevant to the current enterprise environment. This study used a qualitative methodology. Collecting data using interview techniques, study of documents and participant observation. Respondents in this study were 8 Telkom employees who felt leadership of Cacuk Sudarjanto to Arief Yahya. The analysis data used are conventional model of content analysis techniques. The result is there are some value which does not change that is always the best, high familial, and cultural innovation. Renewal of culture performed by every leader is a reaction to internal and external situation telecoms that leaders make adjustments to the formulation of culture but does not change the essence.

Kata Kunci : budaya organisasi, nilai inti, Corporate culture, core values


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.