Laporkan Masalah

PENGARUH PEMBERDAYAAN PSIKOLOGIS, KEPERCAYAAN KEPADA PEMIMPIN DAN KETERBUKAAN PADA PENGALAMAN TERHADAP KESIAPAN PEGAWAI UNTUK BERUBAH

ANDRIANA WIDIANTARI, Ely Susanto, SIP, MBA, Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Administrasi Publik

Setiap organisasi menghadapi lingkungan yang semakin dinamis sehingga kemampuan untuk berubah menjadi sebuah keharusan. Hal yang sama juga terjadi pada organisasi publik (birokrasi). Tuntutan agar organisasi birokrasi untuk menjadi institusi yang adaptif terhadap perkembangan global terjadi karena birokrasi tidak berada pada ruang yang hampa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kesiapan pegawai untuk berubah dalam menghadapi reformasi birokrasi. Tiga variabel bebas yang dilibatkan yaitu ‘pemberdayaan psikologis’, ‘kepercayaan kepada pemimpin’ dan ‘keterbukaan pada pengalaman’. Populasi penelitian adalah PNS Pemerintah Kota Yogyakarta. Sampel penelitian dipilih berdasarkan cluster random sampling pada tahap pertama dan purposive sampling pada tahap kedua. Skala yang digunakan adalah skala kesiapan untuk perubahan organisasi, skala pemberdayaan psikologis, skala kepercayaan kepada pemimpin dan skala keterbukaan pada pengalaman dalam BFI-44. Batas reliabilitas item alpha cronbach ≥ 0,6 dan validitas item > 0,30. Data dari 241 responden diolah dengan menggunakan regresi liniar berganda diperoleh nilai adjusted R square 0,429 dengan taraf signifikansi 0,000 (p < 0,010). Pemberdayaan psikologis, kepercayaan kepada pemimpin, dan keterbukaan pada pengalaman secara simultan dan mandiri ditemukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan pegawai untuk berubah. Berdasarkan perhitungan path analysis terhadap kesiapan pegawai untuk berubah, pemberdayaan psikologis memiliki pengaruh sebesar 26,4 %, kepercayaan kepada pemimpin berpengaruh 8,2% sedangkan keterbukaan kepada pengalaman berpengaruh 9%. Uji regresi dimensi variabel pemberdayaan psikologis menunjukkan bahwa meaningful, competence dan self determination terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan pegawai untuk berubah, sedangkan untuk variabel kepercayaan kepada pemimpin, benevolence menjadi satu-satunya dimensi yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan pegawai untuk berubah. Uji demografi responden menemukan adanya perbedaan signifikan kesiapan pegawai untuk berubah berdasarkan tingkat pendidikan, masa kerja dan status perkawinan. Namun tidak ditemukan perbedaan kesiapan pegawai untuk berubah untuk kelompok instansi, usia, dan jenis kelamin.

An increasingly dynamic and complex environment is making it imperative for organizations to undertake capacity enhancement. Public bureaucracies are no exception. The only way public organizations can continue to be effective in current conditions that are characterized by ever changing global developments and dynamics is public bureaucracies to become adaptive to change. This is the case as bureaucracies do not operate in a vacuum. The objective of this research was to assess the readiness of public employees for change encapsulated in bureaucracy reforms. The research used three variables that included psychological empowerment, trust toward leader and openness to experience. The study used survey method with civil servants in Yogyakarta city government serving as the population of the study. Cluster random sampling and purposive sampling techniques were used collect primary data. Meanwhile, the scales used were the organizational change recipients’ beliefs scale, the psychological empowerment scale, the trust toward leader scale and the openness to experience scale based on the BFI-44. Limit items Cronbach alpha reliability ≥ 0.60 and validity of the items > 0.30. Data from 241 respondents were analyzed using multiple linear regression resulted adjusted R-square values 0.429 with a significance level of 0.000 (p <0.010). Research results showed that psychological empowerment, trust toward leader, and openness to experience, both independently and in simultaneously returned positive and significant influence on employee readiness for change. Path analysis results showed that psychological empowerment influenced employees readiness for change by as much as 26.4 %, trust toward leader by 8.2 %, and openness to experience by 9%. Meanwhile based on regression results of psychological empowerment, meaningfulness, competence and self determination dimensions had positive and significant influence on employee readiness for change as regards trust toward leader, benevolence was the only dimension that returned positive and significant influence on employee readiness for change. Research results also showed that education, tenure, and marriage status has positive and significant influence on the readiness of civil servants to change. However, age, cluster institution where civil servants work, and gender, did not show influence on employee readiness for change.

Kata Kunci : kesiapan untuk berubah, reformasi birokrasi, pemberdayaan, kepercayaan, keterbukaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.