ANALISIS RENCANA PENGEMBANGAN USAHA TERMINAL PENUMPANG GIWANGAN (STUDI PADA TERMINAL PENUMPANG YOGYAKARTA)
MATHEOS ADOLOF ANIN, Kusdhianto Setiawan, Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanPenelitian ini merupakan aplikasi dari penerapan analisis kelayakan usaha terhadap usaha yang dikembangkan pada kawasan Terminal Penumpang Yogyakarta (TPY) berlokasi di Giwangan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis terhadap rencana investasi pada Terminal Penumpang Giwangan Yogyakarta pasca pengambilalihan hak pengelola oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, sebagai upaya optimalisasi aset dan sumber-sumber pendapatan daerah, khusus aset berupa kios-kios yang berada pada blok A/B TPY. Data analisis terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data pendapatan sewa dan pengeluaran yang diajukan sebagai alternatif penggunaan, diperoleh dengan bentuk wawancara berstruktur dan akses internet sedangkan data fisik diperoleh melalui investigasi langsung. Data sekunder diperoleh dari Perusahaan Dinas Perhubungan dan UPT TPY, Badan Pusat Statistik, dan beberapa satuan kerja perangkat daerah pada Pemerintah Kota Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis fisik dan regulasi, diperoleh 2 (dua) alternatif pengembangan. Alternatif I perbaikan/rehabilitas kios dan pengembangan lahan parkir. Alternatif II pembangunan baru bangunan kios dan pengembangan lahan parkir. Kedua alternatif diasumsi dengan nilai ekonomis selama 20 tahun. Hasil analisis kelayakan menunjukkan kedua alternatif dikatakan layak untuk diterima sebagai suatu usaha yang menguntungkan, baik dengan menggunakan metode Average of Return (ARR), Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability Index (PI). Proyeksi Net Present (NP) kas bersih alternatif I sebesar Rp9.000.473.053, alternatif II sebesar Rp10.804.484.324, sedangkan TPY sebesar Rp11.743.411.615. Artinya, jika salah satu dari kedua alternatif ini tidak dilakukan, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Yogyakarta akan kehilangan NP kas bersih sekitar Rp9.000.473.053-Rp10.804.484.324 dalam 20 tahun ke depan. Penelitian ini dianalasis hanya berdasarkan aspek fisik, legal, dan keuangan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan memperhitungkan berbagai aspek kelayakan lainnnya, termasuk memperhitungkan bentuk-bentuk pengembangan usaha lain yang sesuai dengan peruntukkan Rencana Tata Ruang Dan Wilayah (RTRW). Kata kunci: analisis kelayakan usaha, rencana investasi, alternatif I, alternatif II
This research is an implementation of business feasibility analysis toward developed business in Yogyakarta Passenger Terminal herewith TPY located in Giwangan. This research is purposed to conduct an analysis toward investment plan on Giwangan Passenger Terminal post-takeover of management right by city government of Yogyakarta as an effort of asset optimization and local revenue sources. Particularly, the assets of kiosks which are located in block A/B of TPY. The data analysis consists of primary and secondary data. The primary data includes rental revenue and expenditure data which are proposed as alternative use, obtained from structural interview and internet access, while the physical data is obtained from direct investigation. The secondary data is obtained from Company of Transportation Department and UPT TPY, Statistic Center Agency, and some working units’ area on Yogyakarta City Governmental. Based on the outcome of physical and regulation analysis are obtained two development alternatives. Alternative I is kiosk reparation/rehabilitation and parking lot expansion. Alternative II is new construction of kiosk building and parking lot expansion. Both alternatives are assumed with economic value during 20 years. The outcome of feasibility analysis indicates that both alternatives said to be feasibly accepted as profitable business using several methods such as Average of Return (ARR), Payback Period (PBP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) and Profitability Index (PI). Net Present (NP) projection of net cash in Alternative I is Rp 9.000.473.053, alternative II is Rp10.804.484.324, and TPY is Rp11.743.411.615. It means that, when one of alternative is not conducted, Local Own-source Revenue of Yogyakarta City will lost about Rp9.000.473.053 – Rp10.804.484.324 of NP-net cash within 20 years ahead. This research analyzed based on the physical, legal and financial aspect. Therefore, the further research needs to be conducted by considering several feasibility aspects, includes other forms of compatible business development for spatial planning and territory (RTRW). Keywords: Analysis of Business Feasibility, Investment Plan, Alternative I, Alternative II
Kata Kunci : analisis kelayakan usaha, rencana investasi, alternatif I, alternatif II; Analysis of Business Feasibility, Investment Plan, Alternative I, Alternative II