Analisis Izin Peruntukan Penggunaan Tanah di Desa Sariharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman Tahun 2013
NI KETUT ANGGRA, Dr. Soeratno, M.Ec.
2014 | Tesis |Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan luas permohonan dan masa proses perizinan antar Padukuhan untuk pemanfaatan tempat tinggal dan non-tempat tinggal. Penelitian ini juga untuk mengetahui apakah terdapat penyimpangan antara pemanfaatan yang dimohonkan dengan realisasinya. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara dengan pemohon izin peruntukan penggunaan tanah (IPPT) di Desa Sariharjo dan data sekunder yang didapat dari Dinas Pengendalian Pertanahan Daerah (DPPD) Kabupaten Sleman. Metoda analisis yang digunakan adalah uji beda rata-rata yang akan menunjukkan perbedaan variabel dependen dan variabel independen, dan menggunakan metoda analisis deskriptif komparatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dari luas permohonan dan masa proses perizinan antar Padukuhan untuk pemanfaatan tempat tinggal dan nontempat tinggal. Hasil penelitian yang diperoleh dari wawancara kepada 30 responden, disimpulkan bahwa terdapat 19 buah izin yang tidak sesuai dengan pemanfaatan yang dimohonkan, sementara yang sesuai terdapat 11 buah izin.
This study aims to identify and analyze the vast differences in the application and licensing process between Padukuhan period for utilization of shelter and non-shelter. This study was also to determine whether there is a deviation between the use being applied for the realization. This study uses primary data obtained from interviews with applicants for allotment of land use (IPPT) in Sariharjo village and secondary data obtained from the Office of the Regional Land Management (DPPD) Sleman. The method of analysis used is independent t-test that would show the difference the dependent variable and independent variables, and using the method of comparative descriptive analysis. Based on these results, it concluded that there was no significant difference from the broad application and licensing process between Padukuhan period for utilization of shelter and non-shelter. Meanwhile, the results obtained from the interviews with the 30 respondents, concluded that there are 19 pieces that are not in accordance with the license being applied for use, while there are 11 pieces that fit permission.
Kata Kunci : IPPT, luas permohonan, masa proses perizinan, uji beda rata-rata