KETANGGUHAN MASYARAKAT PESISIR DI KECAMATAN PEKALONGAN UTARA TERHADAP BANJIR ROB
GILANG RUSADI AKHMAD, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.
2015 | Tesis | S2 GeografiWilayah pesisir sering mengalami banjir rob termasuk kawasan pesisir di Kecamatan Pekalongan Utara. Intensitas banjir rob yang meningkat serta mata pencaharian warga yang sebagian sebagian besar sebagai buruh harian dengan upah yang tidak menentu semakin meningkatkan kerentanan masyarakat pesisir terhadap banjir rob. Upaya mengurangi kerentanan dapat ditempuh dengan meningkatkan ketangguhan Ketangguhan dibangun di atas lima modal pokok yaitu modal alamiah, fisik, ekonomi, manusia, dan sosial. Evaluasi ketangguhan masyarakat pesisir di Kecamatan Pekalongan Utaraterhadap banjir rob dilakukan dengan mengambil 40 responden di setiap kelurahan wilayah penelitian. Hasil wawancara, observasi lapangan, dan kumpulan data sekunder akan dianalisis secara deskriptif. . Hasil evaluasi ketangguhan masyarakat pesisir memperlihatkan bahwa Kelurahan Kandang Panjang memiliki skor tertinggi pada modal ekonomi, manusia, dan sosial. Evaluasi ketangguhan memperlihatkan bahwa modal manusia seperti tingkat pencapaian pendidikan dan keterampilan kerja merupakan modal pokok dalam membangun masyarakat yang tangguh. Masyarakat dengan tingkat pencapaian pendidikan dan keterampilan kerja yang bagus memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di sektor formal. Warga masyarakat dengan jenis pekerjaan pensiunan, buruh pabrik, dan PNS diketahui tidak mengalami penurunan pendapatan saat terjadi banjir. Modal manusia berupa tingkat pencapaian pendidikan dan keterampilan kerja juga berpengaruh terhadap modal alamiah, fisik, dan sosial. Kata kunci: ketangguhan, evaluasi modal ketangguhan, masyarakat pesisir
The coastal areas are often subjected to flood which also happened at North Pekalongan Sub District. The vulnerability of coastal community to coastal flooding was being worsened by the intensity of the flood itself and the economic condition of the citizen that is mostly daily workers. Therefore to reduce vulnerability can be achieved by increasing the resilience. Resilience is built on five basic assets i.e. natural, physical, economic, human, and social asset. Evaluation of coastal community resilience against tidal flood was conducted at Bandengan, Kandang Panjang, and Panjang Baru Village, on 40 respondents for each village. Result of interview, field observation, and set of secondary data were analyzed descriptively. The results showed that Kandang Panjang had the highest score on economic, human, and social asset. This resilience analysis also showed that human asset, i.e. level of education achievement and job skill is the most essential and fundamental asset of all to build a resilient community. Community that have a good level of education achievement and job skills have a great opportunity to work in the formal sector. Residents as retirees, factory workers, and civil servants were not experiencing reduced income. Human assets such as level of education echievement and job skills also incluence to natural, physical, and social asset. Keywords: resilience, coastal community, North Pekalongan Sub District
Kata Kunci : ketangguhan, evaluasi modal ketangguhan, masyarakat pesisir; resilience, coastal community, North Pekalongan Sub District