EVALUASI TEKNIS DAN OPTIMALISASI JARINGAN EKSISTING AIR BERSIH SERTA EVALUASI KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA BIDANG TEKNIK: Studi kasus PDAM Tirta Dharma Kecamatan Namlea Kabupaten Buru
ROYCO TATIPIKALAWAN, ST., Prof. Ir. Radianta Triatmadja, Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Teknik SipilPenyelenggaraan penyediaan kebutuhan air minum dengan sistem operasional jaringan perpipaan milik PDAM Tirta Dharma sesuai syarat kuantitas dan kontinuitas belumlah terpenuhi, dan dibuktikan dengan diberlakukannya sistim buka tutup jaringan menggunakan katup dengan tujuan memaksimalkan tekanan hingga air dapat mengalir pada daerah pelayanan tertinggi dan terjauh. Kekurangan tekanan juga berdampak pada terhambatnya pengembangan jaringan sesuai kebutuhan. Kebutuhan air dan produksi nyata pompa dikalibrasi untuk mengkondisikan simulasi WaterNet versi 2.2 sesuai dengan kondisi nyata lapangan. Beberapa skenario akan dilakukan dengan memasang dan memodelkan jaringan pipa transmisi, pompa, serta tangki untuk mengoptimalkan skenario penggantian pipa jaringan distribusi berdiameter lebih besar berjenis HDPE dengan tujuan menyimpan energi untuk mengalirkan air. Pada beberapa daerah pelayanan berelevasi rendah akan dipasang katup PRV untuk menghancurkan energi berlebihan. Metode Benefit Cost Ratio (BCR) dan Net Present Value (NPV) akan digunakan dalam analisis ekonomi untuk memilih skenario terbaik. Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang handal akan dilakukan evaluasi strategi efisiensi dan efektifitas yang telah diterapkan sesuai dengan kondisi jaringan eksisting. Hasil simulasi jaringan eksisting menjelaskan jaringan distribusi sudah tidak lagi mampu menyalurkan air walau digunakan pompa berkapasitas lebih besar. Skenario pertama merupakan pilihan terbaik, karena pencapaian nilai BCR lebih dari satu dan nilai NPV adalah positif terjadi dalam kurun waktu yang lebih cepat akibat investasi yang kecil. Semua daerah layanan terjauh dan tertinggi mampu dialiri air karena memiliki tekanan yang cukup. Tekanan sisa berada diatas 10 mHâ‚‚O walau dalam kondisi kebutuhan jam puncak, dan saat jam kebutuhan air terendah tekanan tertinggi tidak lebih dari 80 mHâ‚‚O. Pompa mati hidup sesuai fluktuasi tangki dengan efisiensi 40,86%. Pompa beroperasi dengan debit 53 l/d dan pada head 58 m serta biaya operasional Rp. 115.391.089,78 perbulan. Walau efektifitas SDM berupa penyelesaian pekerjaan sesuai dengan rencana yang ditetapkan serta efisiensi penghematan biaya operasional dapat diperoleh, namun terhadap tingkat pelayanan dan rencana pengembangan bisnis PDAM berupa pengembangan jaringan tidaklah efisien
Management of drinking water supply with piping network operating system of PDAM Tirta Dharma has not meet the appropriate quantity and continuity requirements yet, as it is shown in the on-off valve system of the network in order to fulfill the maximum water supply at the highest and farthest service area. The pressure deficiency also disturbs network development. Water demand and pump real supply capacities are calibrated to provide real condition for Waternet version 2.2 simulation according to the field condition. Several scenarios will be conducted by installing and modeling the transmission of pipelines, pumps, and tanks to optimize scenario of network distribution replacement using larger diameter pipe of HDPE type in order to save energy for water circulation. In some low elevation areas, PRV valve will be installed to break excessive energy. Benefit Cost Ratio (BCR) and Net Present Value (NPV) methods will be used in the economic analysis to select the best scenario. An efficiency and effectiveness strategy that has been applied so far will be evaluated to prepare qualified human resources according to the existing network conditions. The simulation results show that the existing distribution network is no longer available for water supply, even with a bigger capacity pump. The first scenario is the best option, because the value of BCR is above one point and NPV value is positive, as it is happened in a faster period of time due to the small investment. Water supply can reach the farthest and highest service areas because it provides sufficient water pressure. The remaining pressure is more than 10mHâ‚‚O at peak hour, and when the supply needs is low, the water pressure is lower than 80mHâ‚‚O. The pump is on-off following the tank fluctuations with 40.86% efficiency. The pump operates with a discharge of 53 liter/sec, 58m head and the operating costs is Rp. 115,391,089.78 per month. The human resources in the form of work completion is effective as it is planned and the operational cost savings efficiency can be obtained, however the service level and business development plan of PDAM in network development is not efficient. Keywords: WaterNet, Drinking water, Human resources work performance
Kata Kunci : WaterNet, Drinking water, Human resources work performance