Laporkan Masalah

Air Pollution Monitoring from Motorized Vehicles Use CORINAIR and Water Surface Sampler An Experimental Study in Viana do Castelo, Portugal

HABIB ABDILLAH NURUSMAN, Prof. Dr. Ir. Sunjoto, Dip.HE. DEA.

2015 | Tesis | S2 Magister Sistem Teknik

Pertumbuhan penduduk global telah menyebabkan meningkatnya penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Seringkali, hal ini meningkatkan tekanan pada ruang, ekosistem, infrastruktur, fasilitas dan gaya hidup pribadi. Masalah yang berkaitan dengan kualitas hidup di kota-kota semakin relevan, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan. Dalam lingkungan perkotaan, sumber pencemar antropogenik khas adalah lalu lintas kendaraan bermotor dan (ketika ada) kegiatan industri. Polutan Mereka kemudian diangkut dan tersebar di atmosfer sebelum mencapai reseptor melalui deposisi basah dan deposisi atau kering. Untuk mengukur jumlah polusi yang diterima oleh reseptor dan lingkungan, khususnya lingkungan air permukaan, kemudian disusun studi eksperimental berikut. Penelitian ini dilakukan di depan sebuah sekolah dasar di Av. Dos Combatentes da Grande Guerra, Viana do Castelo, Portugal. Metode yang digunakan untuk studi eksperimental ini menggunakan pendekatan empiris. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah perhitungan emisi dari kendaraan yang melewati daerah penelitian. Jumlah kendaraan yang menjadi dasar bagi CORINAIR untuk memperkirakan emisi, terutama jumlah Particulate Matter (PM) .Tahap kedua adalah untuk mengamati emisi kumulatif kendaraan di jalan raya pada air permukaan environment. Untuk tujuan ini, Water Surface Sampler (WSS) khusus dikembangkan dan digunakan untuk mengabil sampel secara langsung. Dengan membandingkan hasil dari CORINAIR dan WSS, dapat dianalisis potensi polusi lokal dan dampaknya ke permukaan air yang terkena langsung oleh bermotor emisi kendaraan. Hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa WSS tidak dapat digunakan sebagai referensi tunggal dalam pengukuran langsung dari polusi lokal, yang mengacu pada aktivitas lalu lintas. Untuk tujuan tersebut, maka daerah penelitian harus benar-benar dikontrol dan diisolasi. Namun, dengan kemampuan dan juga kelemahan, WSS dikembangkan dapat digunakan sebagai alat kontrol kualitas udara dalam kondisi umum pada lingkungan terbuka dengan berbagai sumber dan polusi terus menerus. Selain itu mungkin untuk menangkap bagian dari PM 2.5 atau lebih kecil partikel dalam larutan. Penelitian ini juga memperkuat fakta tentang kemungkinan menggunakan EC dan TDS sebagai parameter sederhana dalam memantau kehadiran polutan di lingkungan air permukaan. Kata kunci: Polusi kendaraan, deposisi atmosfer, Particulate Matter (PM), Water Surface Sampler (WSS)

Global population growth has led to increased populations living in urban areas. Often, this enhances stresses on space, ecosystems, infrastructures, facilities and personal lifestyles. Problems related to quality of life in cities are increasingly relevant, especially with regard to environmental issues. In urban environment, the typical anthropogenic pollutant sources are the motorized vehicle traffic and (when existing) the industrial activities. Those pollutants subsequently transported and dispersed in the atmosphere before reaching receptors through wet deposition and or dry deposition.In order to measure the amount of pollution that is received by the receptor and the environment, particularly surface water environment, then drafted the following experimental study. This research was conducted in front of a primary school on Av. Dos Combatentes da Grande Guerra, Viana do Castelo, Portugal. The method used for this experimental study was using the empirical approach. The study was divided into two phases. The first phase was the calculation of the emission from the vehicles passing through the study area. The number of vehicle was become the basic for the CORINAIR to estimate the emissions, especially total Particulate Matter (PM).The second phase was to observe the cumulative emissions of vehicles on the highway on surface water environment.For this purpose, a specific WSS was developed and used to make direct sampling. By comparing the results from CORINAIR and the WSS, it can be analyzed the potential of local pollution and their impacts to the water surface which exposed directly by motorized vehicles emissions. The results obtained, showing that WSS cannot be used as a single reference in direct measurement of local pollution, which refers to traffic activity. For those purpose, the research area should be really controlled and isolated. However, with the ability and also the weakness, WSS developed can be used as a tool of air control quality in general condition upon an open environment with varied sources and continuous pollution. Moreover it possible to capture a part of PM 2.5 or smaller particles in solution. This research also reinforces the fact about the possibility of using EC and TDS as a simple parameter in monitoring the presence of pollutants in surface water environments. Keywords: Traffic polution, Atmospheric deposition, Particulate Matter (PM), Water Surface Sampler (WSS)

Kata Kunci : Polusi kendaraan, deposisi atmosfer, Particulate Matter (PM), Water Surface Sampler (WSS);


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.