Laporkan Masalah

Pengaruh Urbanisasi Terhadap Penyebaran Nitrat Dan Bakteri Coli Dalam Airtanah Di Desa Wedomartani, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

ANDERE SOEPARTO S.HUT, Dr. Doni Prakasa Eka Putra, ST., MT.

2015 | Tesis | S2 Teknik Geologi

Lajunya perkembangan penduduk menyebabkan lajunya pembukaan lahan hijau (hutan) yang dimana dahulunya adalah merupakan daerah sumber resapan airtanah berubah fungsi menjadi daerah pemukiman penduduk. tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh urbanisasi terhadap penyebaran nitrat dan patogen pada airtanah serta mengetahui hubungan konsentrasi nitrat dan patogen pada airtanah, yang dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan urbanisasi dan kondisi alamiahnya (kerentanan airtanah). Metode yang digunakan berupa survei, pengujian laboratorium, analisis (kuantitatif, kualitatif dan diskriptif). Adapun kelas kerentanan yang di dapat pada daerah penelitian adalah kelas kerentanan sangat tinggi yang mendomiasi semua areal penelitian. Pada analisis sampel dapat diketahui bahwa kisaran konsentrasi nitrat dari 1,88 mg/L sampai 36,12 mg/L. Berdasarkan persyaratan kualitas air secara kimiawi (PERMENKES NO. 907/MENKES/SK/VII/2002) bahan-bahan inorganik yang memiliki pengaruh langsung pada kesehatan, kadar maksimum yang diperbolehkan untuk kadar nitrat pada air adalah 50 mg/liter. Sedangkan berdasarkan persyaratan kualitas air secara mikrobiologis (PEREMENKES NO. 907/MENKES/SK/VII/2002), jumlah kadar maksimum yang diperbolehkan adalah 0 (jumlah per 100 mL sampel), pada daerah penelitian di temukan air tanah mengandung Bakteri Coli, dimana nilai kadar Bakteri Coli terendah adalah 1,8 dan yang tertinggi 1600 (jumlah per 100 mL sampel). Sehingga di temukan hubungan konsentrasi nitrat dan patogen pada airtanah ini semakin tinggi karena tingkat kepadatan penduduk yang akan diikuti oleh posisi sampel yang semakin tinggi. Kata-kata Kunci: Kerentanan Airtanah Dangkal, Bahaya Pencemaran Nitrat dan Bakteri Coli, Penilaian Tingkat Bahaya

The speed of population growth causes acceleration of the clearing of lands (forests) which used to be groundwater catchment areas turn into human settlements. The aims of this study were discover the influence of urbanization on the spread of nitrate and pathogens in groundwater and to discover the relation between nitrate concentration and pathogen in groundwater, which are influenced by urbanization activities and natural condition (groundwater vulnerability). The methods used were survey, laboratory testing, analysis (quantitative, qualitative and descriptive). The vulnerability class in the research areas is very high vulnerability class which dominates all research areas. From sample analysis it was discovered the range of nitrate concentration was from 1,88 mg/L to 36,12 mg/L. Based on chemical requirement of water quality (Regulation of Minister of Health No. 907/MENKES/SK/VII/2002) on inorganic materials which have direct influence on health, permitted maximum content for nitrate in water is 50 mg/liter. While based on microbiological requirement of water quality (Regulation of Minister of Health No. 907/MENKES/SK/VII/2002) total permitted maximum content is 0 (total per 100 mL of sample). In research location, it’s discovered that groundwater contains Coli Bacteria. The lowest Coli Bacteria level was 1,8 and the highest 1600 (total per 100 mL of sample). It’s discovered that the higher the nitrate concentration and pathogen in groundwater due to population density, the higher the position of the sample. Keywords: Shallow Groundwater Vulnerability, Danger of Nitrate and Coli Bacteria Contaminations, Increase of Hazard Rate

Kata Kunci : Kerentanan Airtanah Dangkal, Bahaya Pencemaran Nitrat dan Bakteri Coli, Penilaian Tingkat Bahaya; Shallow Groundwater Vulnerability, Danger of Nitrate and Coli Bacteria Contaminations, Increase of Hazard Rate


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.