KEBERAGAMAN DAN KETERGANTUNGAN KEPENTINGAN DALAM UPAYA PENGELOLAAN HUTAN KOLABORATIF DI DESA KALIJAYA KECAMATAN BANJARSARI KABUPATEN CIAMIS
AZWAR NAJIB ALHAFI, Dr. Ahmad Maryudi, S.Hut.,M.For. dan Bowo Dwi Siswoko, S.Hut.,M.A.
2014 | Skripsi | S1 KEHUTANANPengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) merupakan sistem pengelolaan sumberdaya hutan yang diharapkan dapat menjadi titik temu kepentingan antara Perhutani dengan masyarakat. Disinyalir dalam penerapan PHBM di banyak tempat, titik temu kepentingan tersebut belum tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan penjelasan mengenai gambaran terkait keragaman dan ketergantungan kepentingan antara Perhutani KPH Ciamis dengan masyarakat Desa Kalijaya dalam implementasi PHBM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literasi, wawancara dan pengamatan lapangan. Data dianalisis menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Analisis keberagaman dan ketergantungan kepentingan menggunakan konsep task, activity dan resources (TAR) yang didasarkan atas elemen pengelolaan sumberdaya hutan, yaitu: planning, organizing, actuating dan controlling (POAC). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat keberagaman kepentingan yang cukup beragam dan ketergantungan kepentingan yang tergolong tinggi antara Perhutani dan masyarakat Desa Kalijaya. Munculnya keberagaman dan ketergantungan kepentingan ini memiliki latar belakang sejarah yang panjang. Kedua belah pihak belum sepenuhnya menyadari hal ini, sehingga keberagaman dan ketergantungan kepentingan antara kedua belah pihak belum terkomunikasikan dengan baik. Terbukti dengan belum adanya ruang dialog yang otentik untuk mengkomunikasikan kepentingan masing-masing. Ketiadaan ruang dialog yang otentik berdampak pada prinsip-prinsip kolaborasi yang meliputi: hubungan timbal balik (reprocity), relasi baru (relationship), proses pembelajaran (learning) dan kreatifitas (creativity) tidak terbentuk. Selain itu, ketiadaan dialog yang otentik juga berdampak pada penyelesaian konflik yang belum dapat tercapai. Perlu adanya perubahan sikap dari kedua belah pihak dan sebuah dialog yang otentik sebagai wadah untuk mengkomunikasikan kepentingan masing-masing pihak. Dengan dialog yang otentik, diharapkan penyelesaian konflik dan pengelolaan hutan yang kolaboratif dapat tercapai.
Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) is a system of forest management that is expected to be a point of interest agreement between Perhutani and forest people. Implementation of PHBM in many places is indicated that point of interest agreement cannot be achieved. This research is aimed to get data and information about the description in diversity and dependency of interest between Perhutani KPH Ciamis and forest people in Kalijaya village in PHBM implementation. This research uses qualitative approach with case study methode. Data gathering by literature study, interview, and observation. Data is analyzed by Miles and Hubberman analyze model. Analyze of diversity and dependency of interest uses task, activity, and resources concept (TAR) that is based on forest resource management element, such as: planning, organizing, actuating and controlling (POAC). The result shows that diversity of interest is vary and dependency of interest is high between Perhutani and forest people in Kalijaya. The rise of diversity and dependency of interest has a long historical background. Both stakeholders have not fully realized the problem yet, so diversity and dependency of interest in both of them have not been communicated well. In fact, there is no authentical dialogue to communicate both interest. The absence of authentical dialogue has impact on collaborative principles, they are reprocity, relationship, learning and creativity cannot be formed. The other impact of this absence is settlement of conflict cannot be achived. The attitude needs to be changed in both stakeholders and authentical dialogue is needed to communicate both of them. With the authentical dialogue is expected to settlement of conflict and collaborative forest management can be achived.
Kata Kunci : PHBM, kolaborasi, konflik, dialog otentik.