PEMETAAN KEBERADAAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI DAERAH NANGGULAN, KABUPATEN KULONPROGO, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
MUHAMMAD HANIEF S., Drs. Imam Suyanto, M. Si.
2014 | Skripsi | S1 GEOFISIKATelah dilakukan penelitian geofisika dengan menggunakan metode resistivitas di Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Tujuan penyelidikan ini adalah untuk memetakan secara 2D dan 3D keberadaan akuifer menggunakan metode resistivitas sounding. Pengukuran resistivitas ini dilakukan pada tanggal 11 - 18 Juni 2010 di 4 lintasan dengan spasi antar lintasan kurang lebih 500 meter dan spasi antar titik pengukuran 1000 meter. Hasil yang diperoleh dan diinterpretasikan adalah pemetaan 2D dan 3D perlapisan batuan. Hasil pembacaan menunjukkan bahwa ada dua jenis akuifer yaitu akuifer lepas dan akuifer tertekan. Nilai resistivitas yang menunjukkan akuifer lepas berkisar antara 10.8 - 29.64 ohm-m dan akuifer tertekan berkisar antara 10 - 18.2 ohm-m. Akuifer lepas dapat ditemukan pada kedalaman 4.7 - 11.9 m dan akuifer tertekan pada kedalaman 35.1 - 78.9 m.
Geophysical measurement has been done using resistivity method in Kembang Village, sub-district Nanggulan, district Kulonprogo,Yogyakarta. This research aimed at mapping 2D and 3D of aquifer presence after resistivity- sounding method. This survey had been done at a time between 11 -18 June 2010 in 4 lines with at least 500 meters in spacing of observed lines and 1000 meters in spacing of point lines. The results which obtained and interpreted are mapping 2D and 3D of rock layers. The readings shows that there is two types of aquifer that is unconfined aquifer and confined aquifer. Resisvity values of unconfined aquifer have about 10.8 - 29.64 ohm-m and confined aquifer have about 10 - 18.2 ohm-m. Unconfined aquifer can be found at a depth of 4.7 - 11.9 m and confined aquifer at a depth of 35.1 - 78.9 m .
Kata Kunci : resistivity, sounding, akuifer